Jakarta|EGINDO.co Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di berbagai kota di Indonesia pada Selasa, 13 Januari 2026, cenderung didominasi awan tebal dan hujan dengan intensitas ringan. Pola cuaca tersebut diperkirakan terjadi merata dari wilayah barat hingga timur Indonesia dan berpotensi memengaruhi mobilitas serta aktivitas ekonomi harian.
Di Pulau Sumatera, cuaca berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di sejumlah kota, sementara hujan ringan berpotensi turun di Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, dan Bandar Lampung. Kondisi ini dinilai masih memungkinkan aktivitas perdagangan dan distribusi berjalan normal, meski dengan penyesuaian operasional.
Sementara itu, di Pulau Jawa—yang menjadi pusat kegiatan ekonomi nasional—hujan ringan diprakirakan melanda kota-kota utama seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. Cuaca hujan berpotensi memengaruhi arus transportasi dan mobilitas tenaga kerja, terutama pada jam sibuk, namun dampaknya diperkirakan bersifat terbatas.
Untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara, BMKG memprakirakan hujan ringan terjadi di Denpasar dan Mataram, serta potensi hujan disertai petir di Kupang. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian sektor pariwisata dan transportasi, khususnya dalam menjaga kelancaran layanan dan keselamatan aktivitas wisata.
Di kawasan Kalimantan dan Sulawesi, cuaca berawan tebal hingga hujan ringan diperkirakan terjadi di sebagian besar wilayah. Cuaca ini berpotensi memengaruhi aktivitas sektor berbasis sumber daya alam, seperti pertambangan dan perkebunan, meski dampaknya diperkirakan tidak signifikan.
Adapun di Maluku dan Papua, hujan ringan diprakirakan terjadi di sejumlah kota, dengan potensi hujan disertai petir di Ternate dan Merauke. Kondisi tersebut perlu diantisipasi oleh sektor transportasi laut dan udara yang berperan penting dalam menjaga kelancaran distribusi barang dan konektivitas wilayah.
BMKG mengimbau masyarakat serta pelaku usaha untuk tetap mencermati perkembangan cuaca dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Langkah antisipatif dinilai penting guna menjaga kelancaran aktivitas ekonomi dan meminimalkan risiko gangguan operasional. (Sn)