Biden : Netanyahu Berperang Di Gaza Adalah Sebuah Kesalahan

Presiden Joe Biden
Presiden Joe Biden

Washington | EGINDO.co – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melibatkan diri terhadap perang di Gaza adalah sebuah “kesalahan”, kata Presiden AS Joe Biden dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Selasa (9 April), memberikan kritik lebih lanjut terhadap cara Israel menangani konflik tersebut.

Saya pikir apa yang dia lakukan adalah sebuah kesalahan. Saya tidak setuju dengan pendekatannya, kata Biden dalam komentarnya kepada Univision, jaringan TV berbahasa Spanyol di AS.

Biden juga sebelumnya menyebut pemboman Israel di Gaza “tanpa pandang bulu” dan tindakan militernya “berlebihan”.

Gedung Putih mengatakan pekan lalu bahwa presiden, dalam panggilan telepon dengan Netanyahu, mengancam akan memberikan dukungan bersyarat AS terhadap serangan Israel agar Israel mengambil langkah nyata untuk melindungi pekerja bantuan dan warga sipil.

Baca Juga :  100 Hari Pertama Biden : Sepi, Tenang Dan Menjadi Besar

Seruan itu menyusul serangan udara Israel yang menewaskan tujuh staf kelompok bantuan World Central Kitchen.

“Apa yang saya serukan adalah agar Israel menyerukan gencatan senjata, memberikan akses total terhadap semua makanan dan obat-obatan yang masuk ke negara itu selama enam, delapan minggu ke depan,” kata Biden dalam wawancara pada Selasa.

Serangan militer Israel di Gaza telah menjadi sasaran kritik internasional yang meningkat. Di dalam negeri, Biden juga menghadapi protes selama berbulan-bulan dari para aktivis anti-perang, Muslim dan Arab-Amerika di seluruh negeri, yang menuntut gencatan senjata permanen di Gaza dan pembatasan bantuan militer AS untuk Israel.

Serangan Hamas pada 7 Oktober terhadap Israel menewaskan 1.200 orang, menurut penghitungan Israel.

Baca Juga :  BNPB Imbau Masyarakat Segera Evakuasi saat Hujan Deras

Serangan militer Israel selanjutnya terhadap Gaza yang dikuasai Hamas telah menewaskan lebih dari 33.000 orang, menurut kementerian kesehatan setempat, membuat hampir seluruh 2,3 juta penduduknya mengungsi dan menyebabkan tuduhan genosida yang dibantah Israel. Daerah kantong pesisir juga menderita kelaparan yang meluas.

Israel telah menerima lebih banyak bantuan luar negeri AS dibandingkan negara lain sejak Perang Dunia II, meskipun bantuan tahunannya jauh lebih kecil dibandingkan pendanaan dan peralatan militer yang dikirim ke Ukraina sejak invasi Rusia pada tahun 2022 dalam dua tahun terakhir.

AS secara tradisional melindungi Israel di Dewan Keamanan PBB dan memveto tiga rancangan resolusi mengenai perang di Gaza. Bulan lalu mereka abstain ketika dewan keamanan menuntut gencatan senjata segera.

Baca Juga :  Gapki: Konsumsi CPO Terbanyak Bukan Untuk Minyak Goreng

Sumber : CNA/SL

Bagikan :