BI Yakin Perbangkan Nasional Kuat Hadapi Tekanan Global

Deputi Gubernur BI Aida S Budiman menyampaikan kondisi perbankan nasional di tengah tekanan ketidakpastian global dan seminar Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), di Jakarta, Jumat (27/10/2023)
Deputi Gubernur BI Aida S Budiman menyampaikan kondisi perbankan nasional di tengah tekanan ketidakpastian global dan seminar Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), di Jakarta, Jumat (27/10/2023)

Jakarta|EGINDO.co Bank Indonesia (BI) meyakini perbankan nasional memiliki daya tahan kuat menghadapi tekanan ketidakpastian global saat ini. Daya tahan itu didukung rasio kecukupan modal yang baik dan risiko kredit macet yang rendah.

“Rasio kecukupan modal perbankan nasional tercatat  di level 27,62 persen. Kualitas kredit terjaga, risiko kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) di level 2,5 persen bruto, dan 079 persen (netto),” kata Deputi Gubernur BI Aida S Budiman dalam seminar Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI ) di Jakarta, Jumat (27/10/2023).

Sementara itu, pertumbuhan kredit hingga September 2023 mencapai 8,96 persen. Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 6,54 persen ikut menopang likuiditas perbankan.

Baca Juga :  Korsel Latihan Militer Di Tengah Uji Coba Nuklir Korut

“Sehingga stabilitas sistem keuangan masih terjaga dengan bunga perbankan juga kompetitif. Kinerja ekonomi dan keuangan digital juga kuat dengan dukungan sistem pembayaran digital yang aman, lancar, dan andal,” ujar Aida.

Aida meyakinkan pelaku industri perbankan, BI akan mengambil kebijakan yang memberikan sentimen positif dan optimisme bagi pasar. BI akan memperkuat sinergi dengan pemerintah, lembaga, dan institusi terkait dalam mengantisipasi perkembangan global ke depan.

“BI akan tetap menerapkan bauran kebijakan yaitu kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas. Selain itu,  kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.

Sumber: rri.co.id/Sn

Bagikan :