BI Waspadai Tekanan Inflasi Februari 2026, Ekspektasi Harga Naik Jelang Ramadan

logo
Logo Bank Indonesia (BI)

Jakarta|EGINDO.co Bank Indonesia (BI) mengingatkan potensi meningkatnya tekanan inflasi pada Februari 2026, seiring mendekatnya bulan suci Ramadan. Sinyal tersebut tercermin dari lonjakan Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) yang mencapai level 168,6, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya sebesar 163,2.

Peningkatan ekspektasi harga itu disampaikan BI dalam Laporan Survei Penjualan Eceran November 2025. Dalam laporan tersebut, BI menilai pelaku usaha ritel memproyeksikan adanya kecenderungan kenaikan harga barang dan jasa, terutama bahan kebutuhan pokok, menjelang Ramadan 1447 Hijriah.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa tekanan harga pada awal 2026 dipengaruhi oleh pola musiman. “Kenaikan IEH Februari 2026 didorong oleh ekspektasi meningkatnya permintaan masyarakat menjelang periode Ramadan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (12/1/2026).

Meski demikian, BI memproyeksikan tekanan inflasi tersebut bersifat sementara. Ekspektasi harga diperkirakan mulai mereda pada Mei 2026, sejalan dengan normalisasi permintaan pasca-Ramadan dan Idulfitri, serta dukungan kebijakan pengendalian inflasi dari pemerintah dan bank sentral.

BI menegaskan akan terus mencermati dinamika harga di tingkat konsumen dan produsen, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Langkah tersebut dinilai krusial untuk memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang telah ditetapkan, khususnya di tengah momentum konsumsi musiman yang cenderung meningkat. (Sn)

Scroll to Top