Berbukalah Dengan yang Manis-Manis

buah
Buah Kurma

Oleh: Hasnil Aflah Pasaribu, S.Sos.,M.I.Kom

TAK mantap rasanya jika berbuka tidak dengan yang manis-manis. Tepat tidak kalimat tersebut? Mari kita baca tulisan ini untuk mengetahui jawabannya. Bulan Ramdhan sangat identik berbuka dengan minuman atau makanan yang manis. Namun, apakah manis saja menjamin makanan itu baik dikonsumsi untuk berbuka? Atau malah mengakibatkan kita malas beribadah sehingga terlalu banyak unsur manis yang masuk dalam tubuh kita?.

Banyak ragam menu yang dihidangkan ketika berbuka puasa baik makanan maupun minuman. Terkadang dikarenakan berpuasa sehari  penuh mengakibatkan kita sangat kalap jika melihat banyaknya jajanan-jajanan yang jualan di pinggir jalan dengan berbagai macam ragam makanan yang sangat menggugah selera. Jajanan berbaris di pinggir jalan hanya hadir pada bulan ramadhan, diluar ramadhan jangan kita berharap akan ada steling-steling kue dengan segala rupa makanan berbaris manis memanggil manggil baik pejalan kaki maupun pengendera roda dua dan roda empat  membawa aneka ragam makanan  ke rumah sang tuan pembeli untuk disantap di rumah bersama keluarga.

Lalu makanan yang dijual berjejer di pinggir jalan itukah yang tepat untuk kita berbuka puasa? Walau saya pribadipun mau juga membelinya saking banyaknya bingung yang mana yang  dibeli.  Hehehe….Makanan yang kering maupun basah merupakan jajanan tradisional itu bukan merupakan patokan buat kita untuk berbuka puasa. Sebagai ummatnya Nabi Muhammad shalallahu’alayhi wasallam maka tidak ada salahnya ummat Islam selalu mengambil tauladan dalam hal menu berbuka puasa ala Rasulullah Shalallahu’alayhi wa sallam. Disamping menu memang nikmat dan menyegarkan dan juga  mampu membuat kondisi tubuh kita prima. Menu pilihan yang menjadi favoritnya Nabi  shalallahu’alayhi wasallam saat berbuka harus menjadi pilihan menu yang tepat untuk dijadikan pedoman dalam hidangan berbuka. Menu buka puasa kesukaan Rasulullah shalallahu’alayhi wasallam sebagian besar didominasi oleh buah-buahan.

Baca Juga :  UU Nomor 5/2023, Buronan Tidak Bisa Sembunyi Di Singapura

Buah-buahan yang segar merupakan pilihan tepat Nabi ketika berbuka dan menjadi sumber nutrisi dan kesegaran yang sangat baik untuk tubuh apalagi perut  sudah seharian penuh berpuasa. Selain memiliki beragam kandungan nutrisi yang penting untuk tubuh ketika berpuasa kurma juga memilki kandungan seperti kalori, karbohidrat, serat, protein, magnesium, potasium, mangan, tembaga, zat besi, dan vitamin B6. Buah yang utama disaat berbuka puasa yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu’alayhi wasallam adalah buah kurma. Kurma adalah menu sahur dan berbuka puasa Rasulullah Shalallahu’alayhi wasallam setiap harinya baik puasa ramadhan maupun puasa Sunnah. Pemilihan jumlah mengkonsumi kurmapun ditentukan oleh Nabi. Jumlah kurma yang  dikonsumsi haruslah ganjil, seperti tiga, lima dan seterusnya. Rasulullah shalallahu ‘alayhi wasallam bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh  At-Tirmizi: “Apabila kamu ingin berbuka, berbukalah dengan kurma. Jika tidak ada, minumlah air putih karena ia suci,” (HR. At-Tirmizi).

Walau buah kurma ini bentukannya kecil dan serasa tidak mengenyangkan namun kurma sangat baik untuk menggantikan energi tubuh yang hilang setelah berpuasa karena buah kurma yang merupakan buah favorit Nabi ini memiliki kandungan gula yang alami. Kurma yang memiliki Rasanya yang manis  serta enak ini dapat membuat perut merasa kenyang. Rasanya jika dikonsumsi  tiga atau lima maupun tujuh  masih kurang karena begitulah nikmat nya memakan kurma dan pastinya tidak perlu khawatir dengan kesehatan tubuh akibat  kandungan gula yang dikandung oleh kurma sebab menurut pakar kesehatan kandungan gula pada kurma masih dalam batas kewajaran walaupun terasa manis. Dikutip dari https://hellosehat.com/diabetes/tipe-2/kurma-untuk-diabetes/

Baca Juga :  Menko Airlangga Pemerintah Terus Dorong Kemudahan Investasi

Maka satu buah kurma kering (24 gram) mengandung setidaknya 67 kalori dan 18 gram karbohidrat. Kandungan karbohidrat ini yang nantinya akan memengaruhi kenaikan kadar gula darah. Jika pasien diabetes mengonsumsi kurma dalam jumlah besar, kadar gula darah tentunya bisa melonjak naik. Akan tetapi, kurma termasuk buah yang memiliki nilai indeks glikemik (GI) yang rendah. Indeks glikemik menunjukkan kemampuan suatu makanan untuk meningkatkan gula darah.

Makanan dengan GI yang tinggi bisa lebih cepat menaikkan gula darah. Sebaliknya, nilai GI yang rendah menunjukkan makanan tersebut lebih lambat memengaruhi gula darah. Studi dari Nutrition Journal menyebutkan nilai indeks glikemik kurma berkisar di antara 44-45. Nilai GI yang berada di bawah angka 55 ini termasuk rendah. Artinya selagi tidak berlebihan dan mengikuti pola makan Rasulullah shalallahu’alayhi wasallam mengkonsumsi dengan jumlah ganjil maka tidak memberikan efek yang buruk bagi penderita diabetes. Dalam  artikel https://www.halodoc.com/artikel/5-manfaat-mengonsumsi-kurma-saat-buka-puasa

Ada penjelasan berbagai manfaat yang bisa dirasakan mengkonsumsi kurma disaat berbuka, seperti: Mencegah Konstipasi atau Sembelit saat Berpuasa. Saat berpuasa kamu tidak mengonsumsi air maupun makanan selama satu hari. Hal ini bisa memicu dehidrasi yang dapat menyebabkan konstipasi atau sembelit. Sebaiknya hindari konstipasi dengan memenuhi kebutuhan cairan saat berbuka dan sahur. Kamu juga bisa mengonsumsi buah kurma sebagai pencegahan konstipasi. Buah kurma memiliki kandungan serat tinggi sehingga baik untuk pencernaan. Jadi, tidak ada salahnya mengonsumsi beberapa butir buah kurma saat berbuka puasa. Kamu juga bisa mengonsumsi buah kurma saat sahur agar kondisi kesehatan pencernaan tetap terjaga dengan baik.

Menjaga Kesehatan Otak Sehingga Lebih Fokus saat Beraktivitas. Mengonsumsi buah kurma secara rutin mampu meningkatkan fungsi otak kamu. Menurut penelitian dalam jurnal Neural Regeneration Research, kandungan antioksidan dalam otak memberikan perlindungan terhadap peradangan dan stres oksidatif pada otak. Tentunya, hal ini dapat membantu kamu menjaga kesehatan otak sehingga kamu lebih fokus saat beraktivitas ketika menjalani ibadah puasa.

Baca Juga :  Indah Kiat Pulp & Paper Sedang Bangun Pabrik Baru Berkapasitas 3,9 Juta Ton

Menjaga Kadar Gula Darah ketika Berpuasa. Pada saat berpuasa, tubuh akan menggunakan gula yang disimpan dalam hati dan otot untuk menghasilkan energi. Hal ini menyebabkan kamu akan lebih rentan mengalami penurunan kadar gula darah ketika berpuasa. Untuk mengembalikan kadar gula menjadi normal, kamu bisa mengonsumsi buah kurma yang memiliki kandungan manis alami. Hal ini disebabkan kurma memiliki kandungan fruktosa di dalamnya.

Menambah Energi saat Berpuasa. Kandungan kalori dan fruktosa dalam buah kurma membuat kamu menjadi lebih berenergi saat menjalankan ibadah puasa. Bukan hanya itu, kandungan serat pada buah kurma juga bisa membantu kamu merasakan kenyang, sehingga sangat baik dikonsumsi saat berbuka maupun sahur.

Mencegah Makan Berlebihan saat Berbuka Puasa. Mengonsumsi buah kurma saat berbuka akan mencegah kamu mengonsumsi makan berlebihan karena bisa membuat kamu merasa kenyang. Setelah satu hari berpuasa sebaiknya hindari terlalu banyak mengonsumsi makanan saat berbuka, hal ini bisa memicu perut tidak nyaman atau perut kembung. Demikian 5 manfaat mengonsumsi buah kurma saat berbuka puasa. Disamping mengkonsumsi kurma disaat berbuka maka minuman yang tepat dan baik  disaat berbuka adalah air putih. Minum air putih saat berbuka puasa bisa membantu mengganti cairan tubuh yang hilang setelah seharian beraktivitas di tengah puasa.@

***

Penulis adalah Anggota Majelis Lingkungan Hidup PDM Kota Medan dan Sekertaris  Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Sudirejo-1 Teladan Medan

Bagikan :