Belum Ada Putusan Akhir Pemotongan Subsidi Bahan Bakar di Malaysia

Keputusan subsidi BBM di Malaysia belum ada
Keputusan subsidi BBM di Malaysia belum ada

Singapura | EGINDO.co – Belum ada keputusan akhir yang diambil mengenai kapan Malaysia akan menerapkan pemotongan subsidi bahan bakar, kata Perdana Menteri Anwar Ibrahim, ketika ia mengecam media atas laporan mengenai langkah tersebut.

“Soal pencabutan subsidi solar, meski sudah ada pembahasan awal namun belum ada keputusan akhir mengenai tanggal pelaksanaannya. Metodenya perlu dijelaskan. Prinsipnya tidak memberatkan masyarakat,” kata Anwar kepada media usai bertemu tokoh masyarakat di Butterworth, Penang, Minggu (5 Mei).

Dia juga mengkritik laporan media asing mengenai pemotongan subsidi bahan bakar sebagai “tidak etis” dan menargetkan laporan baru-baru ini mengenai dugaan diskusi untuk mengembangkan kasino di proyek Forest City di Johor.

Baca Juga :  Diselidiki Kampanye Pendiri Foxconn Terkait Suap Tisu Toilet

“Mungkin karena sikap politik kami yang tegas, media tetangga dan internasional terus menyerang kami dengan pemberitaan negatif. Misalnya dugaan isu pembangunan kasino (di Johor) … tidak pernah dibicarakan tapi menjadi isu hangat,” ujarnya.

Pernyataannya muncul setelah berita melaporkan bahwa subsidi bahan bakar akan dipotong pada bulan Juni, setelah pemilihan sela Kuala Kubu Bharu di Selangor pada tanggal 11 Mei. Para analis mengatakan pemilihan sela tersebut akan menjadi ujian terhadap dinamika antara berbagai faksi dalam pemerintahan persatuan Anwar.

Mengutip sumber resmi dan industri, outlet berita Singapura The Straits Times melaporkan harga solar akan mengikuti harga pasar “dalam hitungan minggu” setelah 11 Mei, diikuti oleh kenaikan harga eceran bensin secara mengejutkan.

Baca Juga :  Harga BBM Malaysia Turun Di Tengah Lonjakan Minyak Dunia

Anwar sebelumnya mengatakan subsidi solar akan ditargetkan ulang secara bertahap di Semenanjung Malaysia, sementara Sabah dan Sarawak tidak akan diikutsertakan karena solar banyak digunakan di negara-negara tersebut.

Menteri Perekonomian Rafizi Ramli mengatakan pada bulan November lalu bahwa subsidi yang ditargetkan untuk bensin dan solar kemungkinan akan dilaksanakan tahun ini dengan menggunakan berbagai mekanisme seperti pendapatan bersih yang dapat dibelanjakan individu.

Mengenai pembicaraan mengenai kasino tersebut, outlet berita Bloomberg telah melaporkan bulan lalu bahwa Anwar bertemu dengan pendiri Berjaya Corporation Vincent Tan dan ketua dan CEO Genting Group Lim Kok Thay di Forest City pada pertengahan April. Raja Malaysia, Sultan Ibrahim Iskandar dari Johor, juga turut hadir.

Baca Juga :  Korut Kecam IAEA Atas Persetujuan Pelepasan Air Fukushima

Menyusul laporan tersebut, Anwar mengatakan rencana pembangunan kasino tersebut adalah “kebohongan”.

Polisi Malaysia juga akan mencatat pernyataan dari pemimpin redaksi portal berita berbahasa Inggris yang tidak disebutkan namanya mengenai berita tersebut, kata Inspektur Jenderal Polisi Razarudin Husain Jumat lalu.

“Kami menghormati prinsip kebebasan pers tetapi pemberitaan harus berdasarkan fakta,” kata Anwar pada hari Minggu.

“Informasinya harus dari sumber yang dapat dipercaya. Apalagi ini (subsidi BBM) adalah kebijakan yang mengharuskan pemerintah memberikan pemberitahuan dan pengumuman,” tambahnya.

Sumber : CNA/SL

Bagikan :