Belanja BUMN Ke UMKM Nyaris Sentuh Angka Rp 11 Triliun

Menteri BUMN Erick Thohir
Menteri BUMN Erick Thohir

Jakarta | EGINDO.com     – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, Kementeriannya mencatat total transaksi perusahaan negara di Pasar Digital Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PaDi UMKM) mencapai Rp 10,9 triliun.

Erick melanjutkan, angka tersebut berasal dari 142 ribu transaksi, yang melibatkan lebih dari 10 ribu UMKM.

Sebagai informasi, PaDi UMKM Virtual Expo merupakan sebuah pameran dengan terobosan berbasis digital yang aman, sehat dan produktif terutama dalam masa pandemi saat ini.

Kegiatan ini menjadi media bagi UMKM untuk dapat lebih dekat dan dikenal oleh BUMN yang membutuhkan pasokan barang dan jasa dari berbagai mitra termasuk UMKM.

“Sampai dengan 31 Agustus 2021, total nilai transaksi BUMN dengan UMKM adalah sebesar Rp 10,9 triliun,” ucap Erick dalam pembukaan Pasar Digital (PaDi) UMKM Virtual Expo 2021 batch 2, Senin (6/9/2021).

“Terdiri dari 142 ribu transaksi dan melibatkan 10.100 UMKM. Ini menunjukkan kuatnya kolaborasi yang telah dibangun antara BUMN dengan UMKM,” sambungnya.

Tak hanya memperoleh kegiatan transaksi, PaDi UMKM juga diharapkan dapat memberikan ruang bagi UMKM untuk berkesempatan menjalin kemitraan bersama BUMN.

Dengan demikian BUMN dapat memaksimalkan dan meningkatkan nilai transaksi dari segi ekonomi dan sosial pada produk Indonesia khususnya melalui para UMKM yang ada di PaDi UMKM Virtual Expo 2021.

Serta, penyelenggaraan PaDi UMKM dapat mendorong peningkatan penggunaan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri), seperti yang sudah ditekankan oleh Pemerintah pusat.

Erick juga mengatakan, peran perusahaan-perusahaan BUMN dalam pemerataan ekonomi nasional dan memajukan UMKM, adalah merupakan hal yang wajib.

Jika perusahaan-perusahaan pelat merah sukses meraih laba di setiap tahunnya, maka para pelaku UMKM juga harus merasakan hal yang serupa.

“Jika perusahaan BUMN bisa meningkatkan pertumbuhannya, maka pemasukan UMKM juga InsyaAllah (harus) bertambah. Hal ini sangat penting, karena BUMN berperan dalam membangun keseimbangan ekonomi,” ucap Erick.

“Ujung upaya ini adalah kolaborasi dan transaksi belanja BUMN dan UMKM dari mitra pengampu. Secara (bisnis UMKM) tentu diharapkan dapat berkelanjutan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Emas Turun Tipis Setelah Reli Dipicu Pemotongan Suku Bunga Fed

Sumber: Tribunnews/Sn