Den Haag | EGINDO.co – Sebuah kiriman bawang bombai Prancis membuat mata berair lebih dari biasanya ketika pihak berwenang Belanda menemukan dua granat tangan tersembunyi di antara sayuran tersebut, ungkap Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) pada Rabu (8 Oktober).
Granat-granat tersebut, yang berasal dari tahun 1925, ditemukan dalam kiriman bawang bombai dari Prancis ke sebuah pabrik di provinsi Zeeland, Belanda utara.
Pihak berwenang Belanda meminta OPCW untuk memeriksa temuan tersebut.
“Proyektil-proyektil tersebut diidentifikasi konsisten dengan senjata kimia tua buatan Prancis dan Jerman pra-1925,” simpul organisasi yang bermarkas di Den Haag tersebut setelah membuka lapisan-lapisan wadahnya.
“Namun, jenis bahan kimia yang digunakan tidak dapat diidentifikasi,” tambahnya dalam sebuah pernyataan.
Alasan keberadaan senjata-senjata tersebut dalam kiriman tersebut masih menjadi misteri.
Granat-granat tersebut akan dihancurkan, tetapi karena Belanda tidak memiliki fasilitas pemusnahan khusus untuk objek semacam ini, granat-granat tersebut akan “dipindahkan sebagai limbah beracun ke fasilitas pemusnahan bahan kimia khusus di Poelkapelle, Belgia”, kata OPCW.
Belanda berterima kasih kepada otoritas Belgia atas bantuan mereka.
Sumber : CNA/SL