Bekali Mahasiswa Baru ST Bhinneka, Wamendiktisaintek Stella Christie: Mahasiswa Harus Bisa Menulis

Dihadapan 2.400 mahasiswa baru Universitas Satya Terra (ST) Bhinneka, Wamendiktisaintek Stella Christie memberikan motivasi. (Foto: Fadmin Malau)
Dihadapan 2.400 mahasiswa baru Universitas Satya Terra (ST) Bhinneka, Wamendiktisaintek Stella Christie memberikan motivasi. (Foto: Fadmin Malau)

Medan | EGINDO.com – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM) dr. Sofyan Tan untuk memberikan motivasi mendalam bagi para mahasiswa baru Universitas Satya Terra (ST) Bhinneka pada Selasa (8/9/2026) di kampus ST Bhinneka Jalan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Dihadapan 2.400 mahasiswa baru Universitas Satya Terra (ST) Bhinneka, Wamendiktisaintek Stella Christie bertanya kepada para mahasiswa mata kuliah apa yang harus ada pada semua fakultas yang ada di Harvard University, Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat. Pertanyaan yang memang sulit untu dijawab para mahasiswa dan mudah bagi Wamendiktisaintek Stella Christie karena menjadi mahasiswi Harvard University. Katanya mata kuliah yang ada pada semua fakultas di Harvard University Amerika Serikat adalah mata kuliah menulis.

“Menulis itu menjadi sangat penting, karena dengan menulis para mahasiswa akan melatih kecerdasan, membentuk diri cerdas dan berpikir membangun wawasan. Menulis menjadi sangat penting apa lagi di era AI sekarang ini. Menulis membangun gagasan, berpikir cerdas karena menulis mencari solusi, menulis bukan mengarang akan tetapi memaparkan gagasan yang cerdas,” kata Stella Christie menjelaskan.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie. (Foto: Fadmin Malau)

Untuk itu katanya, kampus, universitas di Indonesia termasuk Universitas Satya Terra Bhinneka perlu menerapkan adanya mata kuliah menulis akan para mahasiswa mampu berpikir cerdas, memperkaya wawasan. Stella Christie yang kuliah untuk sarjana, master dan doktor di Harvard University Amerika Serikat menjelaskan tentang perjalanan hidupnya semasa kuliah di universitas yang tidak banyak orang Indonesia dapat kuliah di Harvard University itu.

Pada angkatannya, hanya Stella Christie seorang dari Indonesia. Namun, untuk program master dan doktor ada beberapa orang akan tetapiuntuk program sarjana tidak banyak dan untuk tahun 2026 ini juga hanya satu orang yang kuliah program sarjana.

Wamendiktisaintek Stella Christie yang hadir memberikan motivasi pada Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 Universitas Satya Terra (ST) Bhinneka berlangsung penuh semangat pada Selasa (8/9/2026) itu bersama Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM) dr. Sofyan Tan.

Tampil penuh semangat dan bersahaja, Stella Christie memberikan motivasi mendalam bagi para mahasiswa baru. Dalam pemaparannya, Wamendiktisaintek Stella Christie membagikan 5 pepatah utama yang wajib dipegang para mahasiswa baru sebagai bekal berharga mengarungi dunia perkuliahan.

Adapun 5 pengingat tersebut meliputi time to live maximallyexploit and exploreuniversalwhat doesn’t kill you makes you stronger, dan never forget where you come from.

Dijelaskan Stella 5 pengingat itu harus dilakukan mahasiswa sehingga dapat berhasil dalam perkuliahan. “Masa kuliah adalah masa dimana punya waktu khusus untuk sendiri, tidak berbagi dengan yang lain maka dari itu harus dimaksimalkan semaksimal mungkin,” katanya.

Wamendiktisaintek Stella Christie yang menjadi guru besar Tsinghua University di kota Beijing, Tiongkok itu mendorong agar para mahasiswa baru memanfaatkan seluruh waktu dan kesempatan di kampus secara optimal, baik dalam ranah akademik maupun pengembangan karakter diri.

Wamendiktisaintek Stella Christie usai memberikan motivasi menerima cenderamata dari Rektor Universitas Satya Terra Bhinneka, Bobby Christian Halim. (Foto: Fadmin Malau)

Untuk itu katanya penting memiliki prinsip maka tentang waktu adalah prinsip pertama, Stella menekankan pentingnya komitmen total selama masa studi. “Waktu kuliah jangan hidup setengah-setengah. Ini masa untuk live maximally,” ujar Stella di hadapan para mahasiswa.

Dijelaskannya lebih lanjut bahwa melalui konsep exploit and explore, Stella mengajak mahasiswa memperdalam disiplin ilmu yang digeluti sekaligus memberanikan diri menjelajahi hal-hal baru. Kemampuan mengeksplorasi lintas bidang ini dinilainya kian krusial di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan. “Nah, disini menjadi penting menulis bagi mahasiswa dimana kini sedang pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) maka menulis membuat diri cerdas,” katanya menegaskan.

Stella juga memaparkan pesan universal yang mengingatkan bahwa wawasan universitas hendaknya tidak terbelenggu oleh batas program studi, melainkan mampu diterapkan secara luas demi fleksibilitas karier masa depan. Menurutnya bahwa kegagalan dan kekecewaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pematangan diri. Melalui pameleo what doesn’t kill you makes you stronger, mahasiswa diharapkan dapat bangkit dari tantangan dan mengambil pelajaran dari setiap ujian.

Dalam pemaparan motivasinya tampil elegan dan menyatu dengan dunia mahasiswa dan Stella berpesan never forget where you come from, yaitu imbauan agar para mahasiswa terus memegang teguh nilai asal-usul dan jati diri meski telah meraih puncak kejayaan kelak. “Jangan lupa diri, jangan seperti kacang lupa dengan kulitnya,” kata Stella mengaku anak Gelugur yang lahir dari dibesarkan di kota Medan.@

Fd/timEGINDO.com

Scroll to Top