Jakarta|EGINDO.co PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah melakukan pertemuan strategis dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) guna menindaklanjuti sejumlah agenda penguatan pasar modal domestik. Pertemuan tersebut secara umum membahas pendalaman atas tiga rencana aksi yang sebelumnya telah disampaikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama BEI dan KSEI kepada MSCI.
Dalam pembahasan itu, salah satu fokus utama adalah penyempurnaan sistem klasifikasi investor yang tercatat di KSEI. Saat ini, struktur Investor Identification (SID) mengelompokkan investor ke dalam sembilan kategori. Ke depan, klasifikasi tersebut akan diperluas dan dirinci menjadi 28 subkategori investor.
Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan transparansi data kepemilikan efek, memperkuat kualitas pelaporan, serta memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai profil investor di pasar modal Indonesia. Dengan klasifikasi yang lebih detail, regulator dan pemangku kepentingan diharapkan dapat melakukan perumusan kebijakan berbasis data yang lebih akurat, sekaligus memenuhi standar internasional yang menjadi perhatian MSCI.
Selain itu, penyempurnaan struktur SID juga diproyeksikan dapat mendukung peningkatan likuiditas pasar dan memperkuat kepercayaan investor global terhadap infrastruktur pasar modal Indonesia.
Sejumlah media ekonomi nasional turut menyoroti agenda ini. Bisnis Indonesia melaporkan bahwa pembaruan klasifikasi investor menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan aksesibilitas dan daya saing pasar modal domestik di mata investor institusi global. Sementara itu, Kontan menekankan bahwa koordinasi intensif dengan MSCI penting untuk menjaga posisi Indonesia dalam indeks global sekaligus membuka peluang peningkatan bobot di masa mendatang.
OJK, BEI, dan KSEI menegaskan komitmennya untuk menuntaskan seluruh rencana aksi yang telah dikomunikasikan, termasuk penguatan infrastruktur perdagangan, efisiensi mekanisme transaksi, serta peningkatan kualitas data investor. Upaya kolektif ini diharapkan dapat memperkokoh fondasi pasar modal Indonesia agar semakin inklusif, transparan, dan berdaya saing internasional. (Sn)