BEI Catatkan Surat Berharga Perpetual Berwawasan Lingkungan

Seremoni pencatatan perdana Surat Berharga Perpetual Berwawasan Lingkungan yang diterbitkan PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) di Main Hall Gedung BEI, Jakarta, Senin (15/1/2024).
Seremoni pencatatan perdana Surat Berharga Perpetual Berwawasan Lingkungan yang diterbitkan PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) di Main Hall Gedung BEI, Jakarta, Senin (15/1/2024).

Jakarta|EGINDO.co Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai mencatatkan Surat Berharga Perpetual Berwawasan Lingkungan yang diterbitkan PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF). Selain sebagai strategi pembiayaan perseroan, penerbitan perpetual bond itu menjadi opsi baru investasi bagi investor atau pemodal profesional.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, meyakini surat berharga tersebut bakal menarik minat investor. Hal ini karena PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah memberikan peringkat AA kepada obligasi perpetual IIF itu.

Artinya, penerbit surat berharga (IIF) memiliki kapasitas sangat kuat untuk memenuhi kewajibannya dalam jangka panjang. “Saya berharap akan lebih banyak lagi instrumen pasar modal yang lebih memperhatikan dampak pada lingkungan,” ujarnya, Senin (15/1/2024).

Baca Juga :  Korsel Siapkan Kebijakan Untuk Investor Saham, Usaha Kecil

IIF adalah lembaga keuangan yang khusus didirikan untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur. Perseroan menerbitkan surat berharga tersebut di pasar modal sebagai alternatif sumber pembiayaan.

Dirut IIF, Reynaldi Hermansjah, mengatakan penerbitan surat berharga perpetual berwawasan lingkungan perseroan menjadi katalis di pasar modal. “Ini pertama kalinya BEI mencatat dan menawarkan surat berharga perpetual ini kepada umum,’ ucapnya.

Penerbitan surat berharga ini juga pertama kalinya mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11 Tahun 2018. “Tujuannya untuk keperluan pembangunan infrastruktur yang kokoh, berkelanjutan dan inklusif,” kata Reynaldi.

Sebelumnya, pada akhir Desember 2023, IIF menerbitkan obligasi korporasi berkelanjutan kedua yang 60 persen diserap investor ritel. “Ini upaya kami mendorong mereka untuk memahami pembangunan infrastruktur melalui kepemilikan obligasi,” ujar Reynaldi.

Baca Juga :  Pakar Ekonomi UI Ingatkan Pemerintah, Inflasi Meningkat

Nilai emisi Surat Berharga Berwawasan Lingkungan IIF mencapai Rp355,19 miliar dengan tingkat imbal hasil sebesar 6,8 persen. Sedangkan nilai obligasi berkelanjutan II sebesar Rp500 miliar, dengan imbal hasil 6,45 persen untuk tenor 375 hari.

Sementara untuk tenor tiga tahun, imbal hasil yang ditawarkan adalah 6,7 persen. Sedangkan untuk tenor lima tahun, imbal hasil ditentukan sebesar 6,8 persen.

Sumber: rri.co.id/Sn

Bagikan :