Begini Cara Pembuatan Kiswah Ka’bah di Arab Saudi dengan Teknologi Canggih

Pemasangan Kiswah Ka'bah di Arab Saudi
Pemasangan Kiswah Ka'bah di Arab Saudi

Arab Saudi | EGINDO.com – Kini telah rampung, pembuatan Kiswah Ka’bah yang baru di Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka’bah Suci di Mekkah yang mencerminkan dedikasi Arab Saudi terhadap dua masjid suci melalui teknologi canggih dan keahlian terampil.

Hal itu diungkapkan Kepala departemen penjahitan Kiswah Ka’bah, Salah Al-Sulami, mengatakan proses pembuatan dimulai dengan menyiapkan lapisan dalam katun putih untuk keempat sisi Ka’bah, yang kemudian disatukan ke panel sutra bersulam yang memperlihatkan tulisan dan motif Islami.

Dijelaskannya pada setiap panel sutra berukuran sekitar 14 meter x satu meter dan disambung secara presisi menjadi Kiswah yang utuh melalui sistem jahit yang canggih. Pada tahap tersebut dilakukan dengan menggunakan salah satu mesin jahit terbesar yang digunakan dalam pembuatan Kiswah Ka’bah, menjadikannya salah satu yang terpanjang di dunia.

Mesin tersebut memiliki sistem kontrol berbasis laser canggih yang secara tepat mengarahkan jalur jarum dan benang selama penjahitan, memastikan akurasi dan keselarasan yang luar biasa. Hal tersebut menjadikan komponen-komponen Kiswah dibuat dengan tingkat presisi dan konsistensi tertinggi, sehingga menghasilkan produk jadi yang memenuhi standar kualitas dan keahlian terbaik yang sesuai dengan karya Islami yang terkenal.

Sementara itu Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi 2026, Erti Herlina, mengatakan pergantian kiswah Ka’bah yang dilakukan setiap awal tahun Hijriah mengandung pesan yang mendalam bagi umat Islam. Prosesi tersebut menjadi pengingat bahwa pergantian tahun bukan hanya soal perubahan waktu, tetapi juga momentum untuk memperbarui niat, memperkuat keimanan, dan memperbaiki kualitas diri.

Menurut Erti, makna pergantian kiswah dapat dilihat dari dua sisi. Dari sisi spiritual, pergantian kain penutup Ka’bah mengajak umat Islam melakukan refleksi atas perjalanan ibadah yang telah dijalani sekaligus menata langkah yang lebih baik pada tahun yang baru. Sementara dari sisi fisik, tradisi tersebut menunjukkan upaya menjaga kemuliaan dan kehormatan Ka’bah sebagai pusat kiblat umat Islam di seluruh dunia. “Terkait momen pergantian Kiswah di Masjidil Haram pada 1 Muharram ini menjadi simbol bahwa tahun baru Islam dipilih sebagai penanda lahirnya semangat baru dan pencucian diri,” kata Erti di Makkah.

Menurutnya, jutaan jemaah haji dan umrah yang datang setiap tahun melakukan tawaf di sekeliling Ka’bah, sehingga tidak sedikit yang menyentuh bagian kiswah. Tingginya interaksi tersebut membuat pembaruan kain penutup Ka’bah perlu dilakukan secara berkala agar kondisi dan keindahannya tetap terpelihara dengan baik.

Kiswah dibuat setiap tahun oleh para pengrajin khusus di Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka’bah di Makkah. Proses pembuatannya melibatkan sutra berkualitas tinggi yang diwarnai hitam, kemudian dihiasi dengan bordir ayat-ayat Al-Qur’an, kalimat tauhid, serta doa-doa tertentu.@

Bs/timEGINDO.com

Scroll to Top