Begini Cara Asia Pulp & Paper Group Mengubah Sampah Menjadi Sumber Daya yang Berharga

Melestarikan lingkungan dengan gerakan menanam pohon
Melestarikan lingkungan dengan gerakan menanam pohon

Jakarta | EGINDO.com – Banyak yang memikirkan apa yang terjadi pada limbah dari proses pembuatan pulp dan kertas. Ya, wajar banyak yang memikirkannya. Bagaimana sebuah perusahaan mengelola sampahnya. Sebagai perusahaan global, Asia Pulp & Paper (APP) Group berkomitmen untuk menciptakan dampak lingkungan yang positif bagi dunia.

Oleh karena itu, APP Group dengan dedikasi para insinyur dan ahli yang dimilikinya, APP Group yakin berhasil mengelolanya. “Kami berupaya mengurangi limbah kami dan bahkan mengubahnya menjadi sumber daya yang berharga. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen kami terhadap ekonomi sirkular. Kami mengubah produk sampingan, seperti lindi hitam, kulit kayu, dan residu lainnya dari kegiatan kehutanan dan pembuatan pulp, menjadi sumber energi yang secara langsung menggantikan bahan bakar fosil di pabrik pulp dan kertas terintegrasi kami,” begitu tertulis dalam laman resmi APP Group yang dilansir EGINDO.com pada Senin (4/5/2026).

Disebutkan sebagai contoh, di Pabrik Pulp & Kertas OKI di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Asia Pulp & Paper menggunakan limbah kayu akasia sebagai sumber bahan bakar untuk pembangkit listrik tenaga uap Pabrik Pulp & Kertas OKI di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. “Kami membangun pabrik tersebut di samping fasilitas air bersih, lindi hitam, dan pengeringan pulp kami,” lanjut tulis dalam laman resmi itu.

Dijelaskan pembangkit listrik tersebut memiliki dua boiler daya yang menghasilkan 840 ton uap per jam. Selain itu, boiler pemulihan juga menghasilkan 2.030 ton uap per jam dengan membakar getah kayu akasia. Uap bertekanan tinggi itu kemudian memutar turbin, yang menggerakkan generator untuk menghasilkan listrik. Turbin beroperasi 24 jam kecuali untuk periode pemeliharaan tahunan.

Selain itu, APP Group juga mengubah kulit kayu menjadi gas metana menggunakan dua gasifier di pabrik. Kami memanfaatkan gas tersebut sebagai bahan bakar untuk tanur kapur kami, yang merupakan unit untuk mengubah batu kapur menjadi kapur tohor untuk produksi kertas.

Disamping selain mengalihkan limbah dari tempat pembuangan akhir (TPA), pemanfaatan aliran limbah seperti lindi hitam, kulit kayu, dan residu lainnya dari kegiatan kehutanan dan pembuatan pulp, membantu mengurangi intensitas karbon. Hal ini karena secara langsung menggantikan bahan bakar fosil di pabrik pulp dan kertas terintegrasi.

Ditegaskan bahwa itu hanyalah beberapa dari sekian banyak cara APP Group berkontribusi pada ekonomi sirkular. APP Group terus mempelajari lebih lanjut tentang upaya mewujudkan produksi yang efisien, bisnis yang bertanggung jawab, dan masa depan yang lebih berkelanjutan.@

Bs/app/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top