Jakarta | EGINDO.co – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berhasil membukukan laba bersih senilai Rp8,1 triliun pada kuartal I 2022 atau tumbuh 14,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Demikian Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan bahwa laba bersih disumbang oleh pendapatan operasional yang mencapai Rp20,4 triliun. Pendapatan tersebut berasal dari pendapatan bunga sebesar Rp14,5 triliun dan non bunga Rp5,9 triliun.
Dikatakannya dalam keterangan resmi belum lama ini bahwa peningkatan laba bersih didukung oleh pertumbuhan bisnis antara lain peningkatan aktivitas kredit, transaksi, dan CASA (dana murah).
Adapun pendapatan bunga utamanya berasal dari portofolio kredit korporasi yang tumbuh 9,2 persen menjadi Rp286,9 triliun. Selain itu juga disumbang oleh kredit komersial dan UKM mencapai Rp188,8 triliun, KPR Rp98,2 triliun, KKB Rp41,6 triliun, dan kartu kredit Rp12 triliun. Secara total, nilai kredit bank swasta terbesar di Indonesia itu mencapai Rp637,1 triliun. Kredit tumbuh 8,6 persen secara tahunan.
Penyaluran kredit meningkat, akan tetapi Jahja mengklaim rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) tetap terjaga di level 2,3 persen. Sementara, rasio risiko kredit (Loan at Risk/LAR) sebesar 13,8 persen.
Sementara jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) bank juga naik 17,5 persen menjadi Rp997,8 triliun. Mayoritas DPK disumbang oleh dana murah mencapai Rp798,2 triliun dan sisanya deposito Rp199,6 triliun.@
Rel/Fd/TimEGINDO.co