BBM Solar Langka di Medan, Sumatera Utara, Antrean Kendaraan Berjam-jam Hingga Memacetkan Arus Lalu Lintas

SPBU kawasan Aksara antrean kendaraan "mengular" panjang hingga ke badan jalan sepanjang ratusan meter. (Foto: Fadmin Malau)
SPBU kawasan Aksara antrean kendaraan "mengular" panjang hingga ke badan jalan sepanjang ratusan meter. (Foto: Fadmin Malau)

Medan | EGINDO.com – Kembali terjadi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar di Kota Medan dan juga melanda beberapa wilayah Kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Kelangkaan BBM jelas solar itu membuat supir angkutan barang, angkutan umum penumpang kecewa akibat kerja dari pemerintah yang mengurus bahan bakar minyak untuk rakyat tidak becus.

Sejumlah supir angkutan barang dan angkutan penumpang yang ditemui EGINDO.com pada Selasa (14/7/2026) mengakui kecewa dengan kinerja pertamina atau pemerintah karena diekspose di media tidak ada kelangkaan BBM akan tetapi kenyataannya di lapangan sulit mendapatkan BBM jenis solar. Faktanya sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menulis Solar yang masih dalam perjalanan atau Solar habis.

Akibatnya, masyarakat yang hendak mengisi bahan bakar terpaksa harus gigit jari dan rela mengantre hingga berjam-jam di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Berdasarkan informasi yang dihimpun EGINDO.com kondisi sulitnya mendapatkan BBM subsidi sudah berlangsung selama dua hari terakhir.

Kelangkaan tersebut terjadi secara merata, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. “Dua hari belakangan ini BBM subsidi sulit sekali diperoleh di sejumlah SPBU. Kami terpaksa mengantre panjang sampai berjam-jam hanya untuk mendapatkannya,” kata Anwar (46) mengeluh.

Hal yang sama juga dikeluhkan Jono, salah seorang warga saat ditemui di SPBU dekat Bandara Internasional Kualanamu pada Selasa (14/7/2026) yang mengantre panjang untuk mendapatkan BBM bersubsidi.

Jono mengaku heran dengan kondisi yang terjadi, pasalnya pasokan BBM subsidi di wilayah Sumatra Utara, seperti Medan dan Deliserdang, dinyatakan pihak pertamina normal. Namun, faktanya tidak demikian. Kondisi yang ada semakin memperparah beban hidup masyarakat ditengah situasi ekonomi yang sedang sulit.

“Apa saja kerja aparat pertamina. Ayolah, pemerintah lihat kondisi rakyat ini, jangan lagi dipersulit. Kami berharap instansi terkait, khususnya Pertamina, segera mengatasi masalah ini agar tidak berlarut-larut,” kata Jono jengkel.

Pantauan langsung EGINDO.com pada Selasa (14/7/2026) sejak pagi hingga siang hari di sejumlah SPBU seperti SPBU di kawasan Bandara Kualanamu, SPBU kawasan Aksara terjadi antrean kendaraan tampak “mengular” panjang hingga ke badan jalan sepanjang ratusan meter.

Sementara itu Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut hanya mengatakan akan terus mengoptimalkan penyaluran BBM di wilayah Sumatera Utara (Sumut) guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. Monitoring terhadap kondisi stok dan penyaluran di seluruh Fuel Terminal serta SPBU terus dilakukan secara intensif agar distribusi berjalan optimal.

Fahrougi Andriani Sumampouw, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut mengatakan dalam beberapa hari terakhir, distribusi BBM di sejumlah wilayah Sumatera Utara menghadapi penyesuaian operasional armada distribusi dan Pertamina telah menambah 15 unit mobil tangki (MT) bantuan sehingga kapasitas distribusi dapat terus memenuhi kebutuhan masyarakat. Katanya Pertamina terus melakukan penyesuaian pola penyaluran dan memprioritaskan pengiriman ke SPBU yang membutuhkan pasokan agar layanan kepada masyarakat tetap terjaga.@

Iqbal/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top