Bangkok | EGINDO.co – Bank sentral Thailand mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah untuk pertemuan keempat berturut-turut pada hari Rabu, sesuai dengan perkiraan luas.
Komite kebijakan moneter Bank of Thailand memutuskan secara bulat untuk mempertahankan suku bunga pembelian kembali (repo) satu hari di angka 1,00 persen. Sebanyak 26 ekonom yang disurvei oleh Reuters sebelumnya telah memprediksi bahwa suku bunga kebijakan tersebut tidak akan berubah.
“Komite moneter memandang bahwa suku bunga rendah akan memberikan dampak jangka panjang. Jika perekonomian sudah cukup kuat, suku bunga dapat dinaikkan secara bertahap untuk menjaga ruang kebijakan,” ujar Asisten Gubernur Don Nakornthab dalam sebuah taklimat.
Pertemuan kebijakan suku bunga berikutnya dijadwalkan pada 23 Desember. Nilai tukar baht relatif stabil setelah keputusan tersebut diumumkan.
Bank sentral memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sebesar 2,4 persen tahun ini dan 2,1 persen pada tahun 2027—naik dari perkiraan bulan Juni yang masing-masing sebesar 2,3 persen dan 1,8 persen—yang didorong oleh momentum ekspor yang lebih kuat, serta investasi swasta di sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
“Meskipun demikian, pertumbuhan secara keseluruhan masih berada di bawah potensi, dan manfaatnya masih terkonsentrasi pada sektor-sektor tertentu,” ungkap pihak bank sentral.
Ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara ini tumbuh 1,9 persen secara tahunan pada kuartal kedua, turun tajam dari 2,8 persen pada kuartal sebelumnya. Pertumbuhan tahun lalu tercatat sebesar 2,4 persen, angka yang tertinggal dibandingkan negara-negara lain di kawasan tersebut.
Suku Bunga Diperkiraan Tetap Hingga Akhir 2027
Sementara banyak bank sentral, termasuk Filipina, telah menaikkan suku bunga sebagai respons terhadap tekanan inflasi yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah, Thailand tetap mempertahankan suku bunga kebijakannya sejak konflik tersebut dimulai.
Sebagian besar ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan suku bunga akan tetap berada di level tersebut hingga akhir tahun 2027.
Sebelumnya, bank sentral telah memangkas suku bunga kebijakan sebanyak enam kali—dengan total penurunan sebesar 150 basis poin—antara Oktober 2024 dan Februari 2026, guna mendukung perekonomian yang terhambat oleh lemahnya permintaan domestik dan tingginya utang rumah tangga. Dalam sebuah wawancara awal bulan ini, Deputi Gubernur Piti Disyatat menyatakan bahwa kebijakan moneter akan tetap akomodatif untuk saat ini, dan suku bunga kebijakan baru akan dinormalisasi ketika perekonomian telah siap.
Bank sentral kini memproyeksikan inflasi umum sebesar 2,1 persen tahun ini, dibandingkan dengan proyeksi sebesar 2,2 persen yang disampaikan awal bulan ini. Untuk tahun 2027, inflasi umum diperkirakan mencapai 1,3 persen, lebih rendah dari proyeksi 1,4 persen yang disampaikan pada bulan Juni.
Bank of Thailand (BOT) menyatakan bahwa ekspor—salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi Thailand—akan meningkat sebesar 22 persen tahun ini. Angka ini lebih tinggi dibandingkan proyeksi awal bulan ini yang sebesar 17 hingga 18 persen, serta proyeksi bulan Juni yang sebesar 14 persen.
Untuk tahun 2027, pertumbuhan ekspor diperkirakan mencapai 15 persen, dibandingkan dengan proyeksi 4,6 persen yang disampaikan pada bulan Juni.
Sementara itu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara—yang juga merupakan penggerak utama ekonomi—diperkirakan mencapai 32 juta orang tahun ini dan 34,5 juta orang pada tahun 2027. Menurut BOT, angka tersebut masing-masing lebih rendah satu juta dari prakiraan sebelumnya.
Sumber : CNA/SL