Bank Sentral Malaysia : Google Salah Hitung Nilai Tukar Untuk Kedua Kali

Google
Google

Kuala Lumpur | EGINDO.co – Bank sentral Malaysia mengatakan pada Sabtu (16 Maret) bahwa Google telah salah mengutip nilai tukar ringgit, meremehkan mata uang terhadap dolar AS, dan akan meminta penjelasan dari raksasa teknologi tersebut.

Ringgit, yang bulan lalu merosot ke level terendah dalam 26 tahun, telah melemah sekitar 2,44 persen pada tahun ini. Bank Negara Malaysia (BNM) mengatakan mata uang tersebut undervalued dan tidak mencerminkan fundamental ekonomi Malaysia yang positif.

Bank tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Google Alphabet Inc menerbitkan informasi yang “tidak akurat” pada hari Jumat dan juga melakukan hal yang sama pada 6 Februari.

“Karena ini adalah kesalahan pelaporan yang kedua kalinya, BNM akan menghubungi Google untuk memberikan penjelasan tentang bagaimana pelaporan yang tidak akurat itu terjadi dan tindakan perbaikan yang diambil mengingat masalah ini berulang yang menimpa Malaysia dan negara lain dalam beberapa bulan terakhir,” kata BNM dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga :  Musk Bantah Hubungan Romantis Dengan Istri Pendiri Google

Pernyataan itu tidak menjelaskan lebih lanjut. Google tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar di luar jam kerja AS.

Raksasa pencarian ini tidak memverifikasi data yang disediakan oleh bursa keuangan dan penyedia konten lainnya, dan menyangkal kewajiban apa pun untuk melakukannya, menurut penafian di situs webnya.

Google mengutip ringgit pada 4,98 terhadap dolar AS pada hari Jumat, kata BNM, sedangkan level terlemah mata uang Malaysia berdasarkan data resmi adalah 4,7075.

BNM mengutip ringgit pada 4,7015 pada pukul 9 pagi dan 4,7045 pada pukul 5 sore di pasar antar bank dalam negeri. Sebagai perbandingan, data LSEG yang digunakan oleh banyak pelaku pasar internasional mengutip penutupan hari Jumat sebesar 4,7020.

Baca Juga :  Bank Himbara Diminta Blokir Rekening Baru Penerima BSU

Gubernur BNM Abdul Rasheed Ghaffour mengatakan pekan lalu bahwa pemerintah Malaysia dan bank sentral mengambil tindakan terkoordinasi untuk lebih meningkatkan aliran ke pasar valuta asing guna memastikan ringgit tetap stabil.

Sumber : CNA/SL

Bagikan :