Bank of America Siapkan US$250 Miliar untuk Infrastruktur Teknologi & Energi AS

Bank of America
Bank of America

Washington | EGINDO.co – Bank of America pada hari Rabu menyatakan rencananya untuk menyalurkan dana sebesar $250 miliar hingga bulan Juli tahun depan guna mendukung proyek-proyek digital dan infrastruktur di Amerika Serikat; sebuah inisiatif yang diklaim akan mendorong pertumbuhan ekonomi negara serta membantu menciptakan puluhan ribu lapangan kerja.

“Inisiatif Pembiayaan Infrastruktur Kritis” (*Critical Infrastructure Finance Initiative*) milik bank besar Wall Street ini—yang diluncurkan menjelang perayaan ulang tahun ke-250 negara tersebut—akan mencakup pemberian pinjaman di pasar perdana, investasi, layanan pasar modal, serta berbagai layanan perbankan dan konsultasi.

Pengumuman ini menyoroti upaya lembaga-lembaga keuangan besar AS untuk memanfaatkan lonjakan domestik dalam pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI), penambangan mineral kritis, dan modernisasi infrastruktur energi.

Langkah ini diambil hanya beberapa hari setelah Morgan Stanley menyatakan akan memfasilitasi dana sekitar $1,5 triliun selama satu dekade ke depan untuk membiayai proyek-proyek teknologi dan infrastruktur.

Aktivitas keuangan Bank of America akan mencakup tiga kategori: infrastruktur digital seperti pusat data dan komputasi; infrastruktur energi dan kelistrikan yang meliputi pembangkit listrik terbarukan serta penyimpanan energi; dan infrastruktur inti seperti transportasi dan gas alam.

“Memenuhi kebutuhan infrastruktur Amerika yang terus meningkat menuntut mobilisasi modal dalam skala besar di berbagai sektor yang semakin saling terhubung,” ujar Karen Fang, *co-head* solusi modal global di Bank of America.

“Pelaksanaan proyek-proyek ini memerlukan solusi pembiayaan terintegrasi yang mencakup modal tingkat korporasi maupun proyek, baik di pasar publik maupun swasta.”

Jumlah dana tersebut akan didasarkan pada aktivitas yang memenuhi syarat selama periode 18 bulan, terhitung mulai 1 Januari 2026—yang menandai dimulainya tahun ke-250 Amerika—hingga 4 Juli 2027, demikian ungkap pihak bank.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top