Medan | EGINDO.com – Banjir di kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera utara (Sumut), merendam sebanyak 5.403 unit rumah di 16 Desa dan 20 ribu Kepala Keluarga (KK) terdampak. Ribuan rumah warga di Kabupaten Deliserdang itu terendam banjir akibat hujan deras dan meluapnya Sungai Belumai.
Informasi yang dihimpun EGINDO.com menyebutkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Deliserdang mencatat banjir melanda 16 desa di 8 kecamatan, yakni Tanjung Morawa, Hamparan Perak, Bangun Purba, Deli Tua, Sunggal, Batang Kuis, Patumbak, dan Galang. Total sebanyak 5.403 unit rumah terendam dengan hampir 20 ribu Kepala Keluarga terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Deliserdang, Mukti Ali Harahap kepada wartawan mengatakan yang terbanyak Tanjung Morawa dan Kecamatan Hamparan Perak. Banjir bertambah karena banjir kiriman. Kalau di daerah kota dan pesisir memang hujan tapi intensitasnya tidak selama yang di daerah gunung.
Dikatakan Mukti, banjir kiriman membuat air sungai meluap dan ada tanggul yang jebol. Desa yang paling parah adalah Desa Tumpatan Nibung di Batang Kuis dan Desa Dalu X A serta Dalu X B di Tanjung Morawa. “Kita sudah sosialisasi juga di medsos jadi dari tanggal 27 sampai 30 Oktober 2026 ini cuaca ekstrim,” katanya.
Selain ribuan rumah terendam, dilaporkan 11 unit rumah di Desa Bandar Kuala, Kecamatan Galang rusak, bahkan ada yang roboh dan hilang karena berada di bantaran sungai. Di wilayah Tanjung Morawa, dilaporkan banjir terjadi akibat meluapnya Sei Blumai. Di Dusun VII Desa Dalu X A sekitar 25 KK terendam tinggi 30 Cm, sementara di Dusun VIII, IX dan X Desa Dalu X B sekitar 1.000 KK terendam setinggi 60 Cm dan baru surut 30 Cm.
Pantauan di lapangan, banjir masuk ke rumah warga di Desa Tumpatan Nibung, Masjid Muhammad Nur di Jl. Benteng ikut terendam. Kemudian Masjid Muhammad Nur di Jl. Benteng juga ikut terendam. Ketinggian air 50 sampai 60 Cm.@
fd/timEGINDO.com