Banjir Demak, Pusat Krisis Kesehatan Sediakan Obat-obatan

Pusat Krisis Kesehatan (Puskris) turun ke lapangan dengan membawa perlengkapan kesehatan dan berbagai jenis obat yang diperlukan
Pusat Krisis Kesehatan (Puskris) turun ke lapangan dengan membawa perlengkapan kesehatan dan berbagai jenis obat yang diperlukan

Demak | EGINDO.co – Pengungsian akibat banjir bandang di Kabupaten Demak, Jawa Tengah masih berlanjut dan membutuhkan bantuan penanganan berbagai penyakit yang melanda para pengungsi. Pusat Krisis Kesehatan (Puskris) turun ke lapangan dengan membawa perlengkapan kesehatan dan berbagai jenis obat yang diperlukan.

“Risiko penularan penyakit memang tinggi di area pengungsian dimana satu ruangan ditempati oleh ratusan orang. Untuk itu, Puskris akan mengirim obat antibiotika, anti nyeri, batuk, gatal dan alergi. Puskris juga mengirim perahu karet untuk pelayanan kesehatan di lokasi banjir,” kata Sumarjaya, Kepala Pusat Krisis Kesehatan dalam siaran pers Puskris yang dilansir EGINDO.co

Menurut Sumarjaya, Puskris juga akan membantu penyediaan peralatan fogging atau penyemprotan anti nyamuk karena dikhawatirkan akan berdampak besar bagi kesehatan. Genangan air dan kelembaban yang masih terjadi dimana-mana mengakibatkan meningkatnya jumlah nyamuk dimana-mana. Untuk itu dibutuhkan kelengkapan alat semprot dan cairan pemusnah nyamuk.

Baca Juga :  Paseo, Tissue Seperti Merek Internasional, Produk Indonesia

Kapuskris menjelaskan, ketinggian air sudah mulai surut sejak dua hari lalu. Di Karanganyar, misalnya, yang semula 200 cm kini sebagian besar sudah mengering. Begitu juga di Kota Demak. Akibat banjir tersebut, berbagai fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan berbagai peralatan ikut terendam dan tidak dapat berfungsi sama sekali.

Menurutnya, Puskris sudah mengirim Satgas ke Demak dan berkoordinasi dengan Dinkes setempat untuk mengidentifikasi masalah kesehatan akibat bencana. Hasil Rapid Health Assesment menunjukkan bahwa banjir Demak belum masuk kategori krisis kesehatan. Di lapangan, Dinkes Demak sudah memobilisasi Tim Cadangan Kesehatan (TCK) untuk memberikan pelayanan akibat bencana banjir.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Demak, Ali Maimun, mengatakan saat ini terdapat 41 Pos Kesehatan di Demak dan Kudus untuk melayani pengungsi. Selain membantu evakuasi korban bencana dan pengobatan, Dinkes Lebak juga mensosialisasikan pentingnya menjaga kesehatan mengingat risiko penularan penyakit menjadi lebih tinggi saat ini. Penyakit menular akibat terkontaminasi kencing tikus pun sudah teridentifikasi di lapangan. “Masalah di lapangan antara lain ketersediaan air bersih masih sangat terbatas. Demikian juga bantuan makanan yang masih minim,” ujarnya seraya menceritakan bahwa ditemukan 15 penderita diare di Karangrowo yang disebabkan oleh buruknya kondisi kebersihan di lokasi pengungsian.

Baca Juga :  Tidak Perlu Deklarasikan Darurat Banjir Di Malaysia

Selain itu, berbagai potensi penyakit bermunculan termasuk tingginya kadar gula darah atau kencing manis, darah tinggi, dan penyakit jiwa. Untuk itu pemerintah daerah menyiapkan fasilitas pengobatan gratis di RS Kudus dan RS Demak. Dinkes Demak juga menyiapkan Tim Kesehatan Terpadu yang bekerja 24 jam sehari untuk cepat merespon berbagai kondisi di lapangan.

Saat ini sekitar 24.000 orang masih mengungsi di gedung-gedung sekolah, aula Gedung pemerintah, mesjid dan lain-lain karena rumah mereka belum bisa kembali ditempati. Selain itu, masih ada kekhawatiran banjir akan terulang kembali. Banjir yang terjadi sejak Senin, 18 Maret 2024 tersebut menyebabkan 90 desa di 11 kecamatan terendam air. Jumlah warga terdampak diperkirakan 97.000 orang.@

Baca Juga :  Pejabat Senior Departemen Luar Negeri AS Kunjungi China

Rel/fd/timEGINDO.co

Bagikan :