Bandara Internasional Baru di Kamboja Dibuka Juli untuk Dorong Pariwisata

Bandara Internasional Techo di Phnom Penh
Bandara Internasional Techo di Phnom Penh

Kandal, Kamboja | EGINDO.co – Kamboja berharap bandara baru yang melayani ibu kota akan dibuka pada bulan Juli, kata seorang pejabat proyek pada hari Jumat (21 Mar), dalam sebuah langkah maju yang besar dalam meningkatkan sektor pariwisata yang menguntungkan di negara itu, yang pertumbuhannya terganggu oleh pandemi COVID-19.

Pengerjaan bandara baru Phnom Penh, yang secara resmi dikenal sebagai Bandara Internasional Techo, dimulai pada tahun 2019, meliputi area seluas 2.600 ha. Bandara ini terletak di perbatasan provinsi Kandal dan Takeo, sekitar 30 km selatan ibu kota.

“Saya pikir bandara TIA di sini akan diluncurkan pada pembukaan terbatas pada bulan Juli 2025, dan kami yakin bahwa begitu banyak penumpang yang menunggu dan mereka benar-benar ingin datang untuk melihat bandara baru ini,” kata Charles Vann, direktur komite pengarah proyek bandara, selama tur media.

Baca Juga :  China Tingkatkan Dukungan Pemulihan Budaya Dan Pariwisata

Bandara baru tersebut merupakan usaha patungan senilai US$1,5 miliar antara pemerintah Kamboja dan Overseas Cambodian Investment Corp. Bandara tersebut dibangun oleh China Construction Third Engineering Bureau Group Co Ltd.

Arsitek bandara tersebut adalah firma Inggris Foster + Partners, yang situs webnya mengatakan bahwa desainnya “mewujudkan rasa tempat yang kuat” dan “responsif terhadap iklim tropis”.

Bangunan terminal berada di bawah apa yang digambarkan sebagai kanopi atap tunggal yang merupakan rangka rangka baja ringan, “dengan layar inovatif yang menyaring cahaya matahari dan menerangi ruang terminal yang luas”.

Konstruksi dilakukan dalam tiga tahap. Awalnya, bandara tersebut diharapkan mampu menangani hingga 13 juta penumpang per tahun, dengan kapasitas meningkat hingga 30 juta penumpang setelah 2030, dan kemudian hingga 50 juta penumpang pada 2050.

Baca Juga :  Aspek Keselamatan Street Race Tetap Menjadi Prioritas

Ini akan menjadi bandara besar kedua di Kamboja yang dibuka dalam kurun waktu dua tahun. Pada tahun 2023, Bandara Internasional Siem Reap-Angkor yang didanai Tiongkok mulai beroperasi di provinsi barat laut Siem Reap, sekitar 40 km di sebelah timur kompleks candi Angkor Wat yang berusia berabad-abad, objek wisata utama negara tersebut.

Pariwisata merupakan salah satu pilar utama yang menopang perekonomian Kamboja. Menurut Kementerian Pariwisata, Kamboja menerima sekitar 6,7 juta wisatawan internasional pada tahun 2024, meningkat 23 persen dibandingkan tahun 2023.

Sumber : CNA/SL

Bagikan :
Scroll to Top