Bambang Brodjonegoro Disebut Jadi Komisaris Utama Telkom

Mantan Menristek Bambang Brodjonegoro

Jakarta | EGINDO.com                – Mantan Menristek Bambang Brodjonegoro disebut-sebut akan menjadi Komisaris Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Dikutip dari CNBC Indonesia, hari ini Telkom akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2020.

Sumber menyebutkan jika Bambang akan menggantikan Rhenald Kasali yang menjabat Komisaris Utama Telkom.

Selain Menristek, Bambang juga pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan periode 27 Oktober 2014 – 27 Juli 2016. Sekarang, Bambang juga merupakan komisaris Bukalapak.

“Bambang akan gantikan Rhenald Kasali,” kata sumber pasar yang mengetahui informasi ini.

Dikonfirmasi terpisah, Bambang tak membenarkan atau membantah kabar tersebut. Ia meminta untuk menunggu hasil RUPS.

Baca Juga :  Rabu Pagi Rupiah Menguat 13 Poin

“Tunggu hasil RUPS ya,” katanya kepada detikcom.

RUPST ini akan membahas delapan mata acara mulai dari persetujuan dan pengesahan laporan keuangan konsolidasian perusahaan untuk periode yang berakhir pada Desember 2020 lalu. Dilanjutkan dengan pengesahan Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) untuk periode yang sama.

Pada agenda ketiga akan dibahas mengenai penetapan penggunaan laba bersih perusahaan sepanjang tahun lalu. Kemudian juga akan ditetapkan mengenai tantiem dan gaji direksi dan komisaris untuk tahun 2021.

Selanjutnya adalah penunjukan Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk mengaudit laporan keuangan periode 2021. Lalu ada agenda persetujuan perubahan anggaran dasar perusahaan.

Ketujuh adalah ratifikasi aturan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengenai kontrak manajemen dan terakhir adalah perubahan susunan pengurus perusahaan.

Baca Juga :  Sejarahnya, 'K' Jadi Singkatan Ribu, Mengapa

Sepanjang tahun lalu laba bersih Telkom naik 11,5% menjadi Rp 20,80 triliun di tahun lalu, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019, Rp 18,66 triliun, sementara pendapatan juga naik 0,7% menjadi Rp 136,46 triliun dari sebelumnya Rp 135,57 triliun.

Sumber: detikfinance.com/Sn

Bagikan :
Scroll to Top