Aturan Baru, Penerbangan Dalam Negeri Wajib Vaksin Booster

Aktivitas Bandara Soekarno-Hatta (Foto: Fadmin Malau)
Bandara Soekarno-Hatta (Foto: Fadmin Malau)

Jakarta | EGINDO.co – Aturan baru, penerbangan pesawat dalam negeri wajib vaksin Booster atau vaksin ketiga. Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) harus mengikuti ketentuan tersebut sebagaimanan Surat Edaran (SE) Nomor 21 tahun 2022  tentang  ketentuan perjalanan orang dalam negeri pada masa pandemi corona virus disease (Covid-19) yang dikutip EGINDO.co Minggu (10/7/2022) hari ini.

Surat Edaran tersebut berlaku efektif mulai 17 Juli 2022 sampai waktu yang ditentukan kemudian dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai dengan perkembangan terakhir di lapangan ataupun hasil evaluasi dari Kementerian/Lembaga.

Disebutkan dalam Surat Edaran tersebut bahwa dengan berlakunya Surat Edaran tersebut maka Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 18 Tahun 2022 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Baca Juga :  Naik Kereta Api Terbaru Mudik Lebaran, Wajib Vaksin Booster?

Adapun ketentuan dalam Surat Edaran nomor 21 tahun 2022  tentang  ketentuan perjalanan orang dalam negeri pada masa pandemi corona virus disease (Covid-19) sebagai berikut: a. setiap orang yang melaksanakan perjalanan dengan kendaraan pribadi maupun umum bertanggung jawab atas kesehatannya masing-masing, serta tunduk dan patuh pada ketentuan yang berlaku; b. setiap PPDN wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi dalam melakukan perjalanan dalam negeri. c. PPDN dengan moda transportasi udara, laut, darat menggunakan kendaraan pribadi atau umum, penyeberangan, dan kereta api antarkota dari dan ke daerah di seluruh Indonesia berlaku ketentuan sebagai berikut:

PPDN yang mendapatkan vaksinasi dosis ketiga (booster) tidak wajib menunjukan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen

Baca Juga :  Korea Utara Menembakkan Rudal Balistik Jarak Menengah

PPDN yang mendapatkan vaksinasi dosis kedua wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam atau hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan dan dapat melakukan vaksinasi dosis ketiga (booster) on-site saat keberangkatan

PPDN yang mendapatkan vaksinasi dosis pertama wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan

PPDN dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksinasi dikecualikan terhadap ketentuan vaksinasi, namun wajib menunjukkan hasil negatif tes RTPCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum.

Baca Juga :  Aturan Baru Pelaksanaan Ibadah Selama PPKM Level 3

PPDN dengan usia dibawah 6 tahun dikecualikan dari ketentuan vaksinasi dan tidak wajib menunjukan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen, namun wajib melakukan perjalanan dengan pendamping yang telah memenuhi ketentuan vaksinasi dan pemeriksaan Covid-19 serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Khusus perjalanan rutin dengan moda transportasi darat menggunakan kendaraan pribadi atau umum, dan kereta api dalam satu wilayah/kawasan aglomerasi perkotaan dikecualikan dari persyaratan perjalanan.@

Fd/TimEGINDO.co

 

Bagikan :
Scroll to Top