Atasi Kesehatan Mental, Anak Muda di Medan Lakukan Kegiatan Menulis

Menulis Tangan
Menulis Tangan

Medan | EGINDO.com – Meningkatnya gangguan kesehatan mental dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia. Para anak muda di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memiliki kiat tersendiri dengan melakukan kegiatan menulis.

Meningkatnya gangguan kesehatan mental sebagai akibat dari bertambahnya tekanan hidup yang dihadapi, seperti tuntutan akademik, persaingan di tempat kerja, dan pengaruh media sosial yang semakin kuat. Hal itu terjadi pada hampir semua kota besar di Indonesia, tidak terkecuali di Kota Medan.

Anak-anak muda di Medan berbicara tentang masalah psikologis mereka. Menurut mereka secara perlahan-lahan, masalah kesehatan mental, yang dulunya dianggap tabu, menjadi topik diskusi yang wajar di kampus, komunitas, dan lingkungan digital sebagai upaya untuk mencapai keseimbangan hidup dan kesejahteraan diri. Untuk mengatasi hal tersebut, berbagai cara anak muda menjaga kesehatan mental menunjukkan kesadaran akan kesehatan mental.

Para anak muda meningkat kepeduliannya terhadap kesehatan mental menjadi tanda positif bahwa generasi masa kini lebih menghargai kesejahteraan diri. Berdasarkan dukungan teman, keluarga, dan akses yang cukup ke layanan kesehatan mental, perhatian terhadap kesehatan mental dapat terus berkembang.

EGINDO.com menemui sejumlah anak muda di kota Medan mengatakan punya cara tersendiri dalam meningkatkan kesehatan mental. Jamilah Milah (22) misalnya seorang mahasiswi satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Medan, mengatakan dirinya melakukan kegiatan menulis.

Menurutnya dengan sering menulis akan terjadi interksi dan berkomunikasi dengan banyak teman yang membuat pikiran menjadi ringan. “Saya sering menulis di media sosial untuk hal hal yang berhubungan dengan dunia anak muda dan tulisan itu direspon banyak teman-teman di dunia maya yang juga teman di dunia nyata,” katanya.

Bukan saja Jamilah Milah, akan tetapi hal yang hampir sama diakui Anziral Amri (24) seorang mahasiswa yang juga bekerja pada sebuah toko bangunan mengatakan disamping menulis tentang hal hal yang positif di media sosial juga ketika waktu luang menyempatkan diri ngobrol dengan teman-teman di kafe.

Diakuinya gangguan kesehatan mental harus diatasi dengan kegiatan yang positif sebab kondisi sekarang ini cenderung banyak orang dilanda gangguan kesehatan mental. Kondisi yang tidak nyaman dan tekanan ekonomi yang sulit. Untuk itu katanya harus sabar dan mencari hal hal yang positif dalam hidup dengan biaya murah meriah.@

Fd/timEGINDO.com

Scroll to Top