Houston,TX | EGINDO.co – Para astronot Artemis bersiap-siap pada hari Sabtu (4 April) untuk penerbangan lintas bulan yang telah lama mereka nantikan, termasuk meninjau fitur permukaan yang harus mereka analisis dan foto selama mengorbit Bulan.
“Semangat di dalam pesawat sangat tinggi,” kata komandan Reid Wiseman kepada pusat kendali misi Houston saat hari kerja kru luar angkasa dimulai.
Setelah bangun sekitar pukul 16.35 GMT pada hari Sabtu, para astronot berada sekitar 169.000 mil (271.979 kilometer) dari Bumi, dan mendekati Bulan pada jarak 110.700 mil (178.154 kilometer), menurut NASA.
Tonggak penting berikutnya dari perjalanan sekitar 10 hari ini diperkirakan terjadi pada Minggu malam hingga Senin pagi, ketika para astronot akan memasuki “lingkaran pengaruh bulan” di mana gravitasi Bulan akan memiliki daya tarik yang lebih kuat pada pesawat ruang angkasa daripada gravitasi Bumi. Jika semuanya berjalan lancar, saat Orion mengorbit Bulan, para astronot dapat mencetak rekor dengan menjelajah lebih jauh dari Bumi daripada manusia mana pun sebelumnya.
Kru Bersiap untuk Tonggak Sejarah
Wiseman bersama rekan-rekan Amerikanya, Christina Koch dan Victor Glover, serta warga Kanada Jeremy Hansen, sedang dalam perjalanan bersejarah mengelilingi Bulan, yang akan segera mereka lakukan dengan kecepatan tinggi. Ini adalah prestasi yang oleh Wiseman disebut “Herculean” dan yang belum pernah dicapai umat manusia selama lebih dari setengah abad.
Para astronot memulai hari mereka dengan makan siang yang termasuk telur orak-arik dan kopi, kata NASA, dan terbangun dengan iringan lagu pop hits Chappell Roan, “Pink Pony Club.”
Kemudian pada hari Sabtu, Glover dijadwalkan untuk melakukan demonstrasi piloting manual untuk memberikan data lebih lanjut kepada NASA mengenai kinerja pesawat ruang angkasa di luar angkasa. Setelah itu, kru berencana untuk memeriksa daftar periksa mereka untuk mendokumentasikan pengalaman mereka mengelilingi Bulan.
Para astronot telah menjalani pelatihan geologi agar dapat memotret dan mendeskripsikan fitur-fitur bulan, termasuk aliran lava kuno dan kawah tumbukan.
Potongan Pandang Unik
Mereka akan melihat Bulan dari sudut pandang unik dibandingkan dengan misi Apollo pada tahun 1960-an dan 70-an. Penerbangan Apollo terbang sekitar 70 mil di atas permukaan bulan, tetapi awak Artemis 2 akan berada lebih dari 4.000 mil pada pendekatan terdekat mereka, memungkinkan mereka untuk melihat permukaan Bulan yang lengkap dan melingkar, termasuk wilayah di dekat kedua kutub.
Para awak telah sibuk mengambil foto, termasuk dengan ponsel pintar, perangkat yang baru-baru ini disetujui NASA untuk penerbangan luar angkasa. Badan antariksa tersebut telah merilis gambar dari Orion yang mencakup potret lengkap Bumi, menampilkan lautan biru tua dan awan yang bergelombang.
Pejabat NASA Lakiesha Hawkins memuji foto-foto yang diambil oleh komandan Wiseman, menyebutnya “menakjubkan” selama pengarahan pada hari Jumat. “Kami terus mempelajari semua tentang pesawat ruang angkasa kami saat kami mengoperasikannya di luar angkasa dengan awak untuk pertama kalinya,” kata Hawkins.
Ambisi Jangka Panjang ke Bulan
Misi Artemis 2 adalah bagian dari rencana jangka panjang untuk berulang kali kembali ke Bulan, dengan tujuan membangun pangkalan bulan permanen yang akan menawarkan platform untuk eksplorasi lebih lanjut.
Ini adalah perjalanan yang sangat dinantikan yang menuntut ketelitian yang tinggi, tetapi masih ada ruang bagi para astronot untuk mewujudkan mimpi masa kecil mereka tentang penerbangan luar angkasa.
“Rasanya seperti kembali menjadi anak kecil,” kata Hansen baru-baru ini, menggambarkan kegembiraan melayang.
Sumber : CNA/SL