AS Serang 3 Kapal Tanker Iran Setelah IRGC Serang Kapal AL AS

Amerika Serikat serang kapal tanker minyak Iran
Amerika Serikat serang kapal tanker minyak Iran

Dubai | EGINDO.co – Pasukan Amerika Serikat menyerang tiga kapal tanker minyak Iran pada hari Sabtu (5 September), menurut Komando Pusat AS (US Central Command), termasuk satu kapal di lepas pantai Pulau Kharg, dekat pusat ekspor minyak utama Iran.

Serangan tersebut dilakukan setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran meluncurkan rudal balistik ke arah dua kapal Angkatan Laut AS, kata Komando Pusat.

“Biarlah pesan kepada IRGC ini jelas: Jika kalian menembaki dua kapal kami, kami akan membebankan biaya ekonomi yang jauh lebih besar—dengan melumpuhkan tiga kapal kalian,” ujar Laksamana Brad Cooper, kepala Komando Pusat AS.

Iran merespons dengan ancaman akan meningkatkan serangan terhadap kapal-kapal militer AS di kawasan tersebut.

“Jika tindakan jahat, gangguan keamanan, dan pelecehan terhadap kapal-kapal Iran serta blokade laut terhadap Iran terus berlanjut, serangan angkatan bersenjata Republik Islam Iran terhadap kapal-kapal militer AS di kawasan ini akan jauh lebih keras daripada sebelumnya, dan ada kemungkinan cakupannya akan meluas,” demikian pernyataan komando militer Iran yang dimuat di media pemerintah.

Tasnim, kantor berita semi-resmi Iran, sebelumnya melaporkan bahwa empat rudal AS menghantam sebuah kapal tanker di area tempat berlabuh Pulau Kharg. Tasnim mengutip sumber-sumber lokal yang menyatakan tidak ada korban jiwa dan awak kapal tanker tersebut sedang dievakuasi.

Tidak ada personel Amerika yang terluka, kata Komando Pusat.

Belum ada pengumuman resmi segera dari pihak berwenang Iran.

Aksi saling serang ini menyusul eskalasi ketegangan dalam sepekan terakhir yang mengancam akan memperdalam konflik yang telah berlarut-larut sejak AS melancarkan serangan terhadap Iran pada bulan Februari—yang mengganggu pasokan energi global dan memicu penentangan dari sebagian besar warga Amerika menjelang pemilihan umum kongres pada bulan November.

Ancaman Trump Terkait Pulau Kharg

Presiden AS Donald Trump pada 31 Agustus mengatakan dalam sebuah unggahan media sosial singkat—yang disertai video buatan AI—bahwa Pulau Kharg sedang “dihancurkan berkeping-keping”. Pihak berwenang Iran telah bersumpah akan memberikan respons keras jika Kharg diserang.

Iran adalah produsen terbesar ketiga dalam Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan mengekspor 90 persen minyak mentahnya melalui Pulau Kharg sebelum perang, namun arus ekspor tersebut terganggu sejak blokade AS terhadap ekspor minyak Iran dimulai pada pertengahan April. Trump menyatakan pada 11 Juni bahwa ia ingin menguasai Pulau Kharg, namun kemudian mengatakan bahwa rencana operasi militer AS di sana tidak lagi menjadi opsi untuk saat ini—hal ini disampaikan beberapa hari sebelum Teheran dan Washington menandatangani kesepakatan sementara yang bertujuan mengakhiri perang pada 17 Juni.

Serangan AS terhadap Kharg akan semakin menekan industri minyak dan perekonomian Iran secara keseluruhan, yang saat ini sudah sangat terpukul akibat blokade angkatan laut AS.

AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran setelah Iran menutup Selat Hormuz, sebuah jalur perairan vital yang sebelum perang menyalurkan seperlima dari pasokan minyak dunia.

Harga kontrak berjangka minyak mentah Brent ditutup pada level tertinggi sejak 24 Juli pada hari Jumat, yakni di angka US$96,28 per barel, seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran mengenai pasokan global.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top