AS Rilis Video Jet Tempur Rusia Melecehkan Drone MQ-9 Reaper

AS rilis video jet tempur Rusia
AS rilis video jet tempur Rusia

Washington | EGINDO.co – Jet-jet tempur Rusia terbang sangat dekat dengan beberapa pesawat tanpa awak AS di atas Suriah pada hari Rabu (5/7), menyalakan suar dan memaksa pesawat MQ-9 Reapers untuk melakukan manuver-manuver menghindar, demikian ungkap Angkatan Udara AS.

Pusat Angkatan Udara AS merilis sebuah video dari pertemuan tersebut, yang menunjukkan sebuah pesawat tempur SU-35 Rusia mendekati Reaper, dan kemudian menunjukkan sejumlah suar parasut yang bergerak ke jalur penerbangan pesawat tak berawak tersebut. Suar tersebut dipasang pada parasut.

Letnan Jenderal (Letjen) Alex Grynkewich, komandan Angkatan Udara ke-9 di Timur Tengah, mengatakan bahwa tiga pesawat tak berawak AS beroperasi di atas Suriah setelah pukul 10.30 waktu setempat (15.30 waktu Singapura), dalam sebuah misi melawan kelompok ISIS yang tidak dijelaskan secara rinci, ketika tiga pesawat Rusia “mulai mengganggu pesawat tak berawak”.

Baca Juga :  Tesla Dapat Izin Pertama untuk Operasi Robotaxi di California

Dalam sebuah pernyataan, Grynkewich mengatakan bahwa salah satu pilot Rusia memindahkan pesawat mereka ke depan drone dan mengaktifkan afterburner SU-35, yang sangat meningkatkan kecepatan dan tekanan udaranya. Ledakan jet dari afterburner berpotensi merusak elektronik Reaper, dan Grynkewich mengatakan bahwa hal ini mengurangi kemampuan operator drone untuk mengoperasikan pesawat dengan aman.

“Pesawat militer Rusia terlibat dalam perilaku yang tidak aman dan tidak profesional ketika berinteraksi dengan pesawat AS di Suriah,” katanya, seraya menambahkan bahwa tindakan tersebut mengancam keselamatan pasukan AS dan Rusia. “Kami mendesak pasukan Rusia di Suriah untuk menghentikan perilaku sembrono ini dan mematuhi standar perilaku yang diharapkan dari angkatan udara profesional sehingga kami dapat melanjutkan fokus kami pada kekalahan abadi ISIS.”

Baca Juga :  Pembelian Jet F-35 Stealth Thailand Bergantung Pemerintah AS

Jenderal Angkatan Darat Erik Kurilla, kepala Komando Pusat AS, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pelanggaran Rusia terhadap upaya yang sedang berlangsung untuk membersihkan wilayah udara di atas Suriah “meningkatkan risiko eskalasi atau salah perhitungan”.

Sekitar 900 tentara AS dikerahkan ke Suriah untuk bekerja sama dengan Pasukan Demokratik Suriah yang dipimpin oleh Kurdi dalam memerangi militan ISIS di sana. Tidak ada rincian lain tentang operasi pesawat tak berawak tersebut, dan tidak jelas di mana tepatnya insiden tersebut terjadi di Suriah.

Sumber : CNA/SL

Bagikan :
Scroll to Top