Havana | EGINDO.co – Kedutaan Besar AS di Havana mengeluarkan peringatan kesehatan untuk Kuba pada hari Jumat (4 September), yang memperingatkan para pelancong dan penduduk mengenai lonjakan penyakit usus dan diare akibat kegagalan pasokan air dan listrik, di tengah langkah pemerintahan Trump yang terus menahan pengiriman bahan bakar yang diperlukan untuk pembangkit listrik di pulau tersebut.
“Kedutaan Besar AS mencatat adanya peningkatan signifikan dalam kasus penyakit diare di seluruh Kuba, yang berkaitan dengan terus memburuknya infrastruktur air dan energi,” demikian bunyi peringatan tersebut. “Penurunan kondisi infrastruktur ini berdampak pada pasokan air, serta penyimpanan makanan dan pengendalian suhu.”
Peringatan AS ini muncul sembilan bulan setelah pemerintahan Trump memberlakukan blokade bahan bakar terhadap pulau yang dipimpin oleh pemerintahan komunis tersebut, yang berkontribusi pada lonjakan tajam pemadaman listrik serta menyulitkan upaya pendinginan dan sanitasi di rumah-rumah maupun tempat usaha.
Para ahli hak asasi manusia yang ditunjuk PBB menyebut blokade bahan bakar oleh Trump sebagai pelanggaran hukum internasional. Pada bulan Agustus, tim ahli PBB memperingatkan adanya peningkatan risiko wabah penyakit di pulau tersebut seiring dengan diperketatnya sanksi oleh AS.
“Dampak kemanusiaan yang terjadi kini telah berkembang menjadi krisis besar, yang mengancam hak atas kesehatan, kehidupan, pangan, dan pembangunan,” ujar para ahli tersebut.
Pemerintahan Trump menyatakan bahwa sanksi diperlukan untuk mendorong perubahan pemerintahan di pulau tersebut—sebuah tujuan yang telah lama diupayakan AS sejak revolusi Fidel Castro pada tahun 1959. Trump menyebut Kuba sebagai ancaman keamanan nasional bagi Amerika Serikat.
Selama berbulan-bulan, penduduk di seluruh Kuba mengeluhkan maraknya penyakit yang menyebabkan diare, demam, dan nyeri tubuh selama beberapa hari, sehingga banyak orang terpaksa harus berbaring di tempat tidur.
Di tengah musim panas Karibia yang terik, tidur tanpa AC atau kipas angin sering kali menjadi hal yang mustahil, begitu pula dengan upaya mengawetkan makanan tanpa lemari pendingin. Pemadaman listrik yang berlangsung selama berhari-hari telah menjadi hal yang lumrah di tengah blokade bahan bakar oleh AS.
Peringatan kesehatan AS pada hari Jumat tersebut mengimbau para pelancong dan penduduk di Kuba untuk “berhati-hati terhadap… makanan yang mudah rusak yang mungkin tidak disimpan dengan baik”, serta memperingatkan agar tidak mengonsumsi “makanan yang tampaknya telah dibiarkan pada suhu ruangan dalam waktu yang lama”.
Sumber : CNA/SL