AS-Kanada Hampir Capai Kesepakatan Dagang, Detail Mulai Terungkap

AS-Kanada sangat dekat dengan Kesepakatan Dagang
AS-Kanada sangat dekat dengan Kesepakatan Dagang

Washington | EGINDO.co – Amerika Serikat dan Kanada “sangat dekat” dengan kesepakatan perdagangan final, ujar negosiator utama Kanada pada Kamis (20 Agustus) setelah pembicaraan dengan tim Presiden AS Donald Trump.

Dominic LeBlanc dari Kanada bertemu selama tiga jam di Washington dengan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer, saat kedua negara berupaya merampungkan kesepakatan guna mencegah tarif baru yang diancamkan oleh Trump.

“Kami sangat dekat. Kami terus membuat kemajuan, dan kami akan tetap di sini serta melakukan pekerjaan yang diperlukan sampai kami mencapai titik tersebut,” kata LeBlanc kepada wartawan setelah meninggalkan kantor Greer.

Pada hari Rabu, kedua belah pihak menyatakan bahwa mereka semakin dekat dengan kesepakatan final, sebuah kesepakatan yang dapat meredakan ketegangan setelah berbulan-bulan hubungan yang memanas akibat kebijakan tarif hukuman dari Trump.

Putaran baru tarif AS sebesar 50 persen terhadap impor Kanada dijadwalkan mulai berlaku pada hari Rabu, namun sehari sebelumnya Trump mengatakan bahwa ia menunda pemberlakuannya selama 72 jam karena kesepakatan tampak akan segera tercapai.

Rincian mengenai calon kesepakatan tersebut masih belum jelas, namun pada hari Rabu, Perdana Menteri Mark Carney memberikan informasi terkini mengenai negosiasi tersebut kepada para pemimpin provinsi dan wilayah di Kanada.

Carney menyampaikan permintaan khusus mengenai hal-hal yang diinginkan Amerika Serikat untuk diterapkan oleh provinsi-provinsi di Kanada, ujar Perdana Menteri (Premier) Nova Scotia, Tim Houston, kepada wartawan setelah pertemuan.

Hal tersebut mencakup penyediaan kembali stok anggur dan minuman keras AS, yang sebelumnya ditarik dari peredaran oleh beberapa provinsi sebagai tindakan balasan atas tarif Trump terhadap produk otomotif, baja, aluminium, dan kayu Kanada.

“Perdana menteri telah meminta kami, sebagai para pemimpin provinsi, untuk mengembalikan produk minuman beralkohol AS ke rak-rak penjualan,” kata Houston.

“Hal itu telah menjadi sumber ketegangan… yang benar-benar mengganggu Amerika Serikat,” tambahnya.

“Menguras Emosi”

Pemimpin provinsi di pesisir Atlantik itu mencatat bahwa meskipun minuman beralkohol AS kembali tersedia di toko-toko Kanada, tidak ada jaminan masyarakat akan membelinya, mengingat adanya kekecewaan mendalam atas perlakuan Trump terhadap Kanada, termasuk ancaman aneksasinya.

Di luar ketentuan dalam kesepakatan perdagangan apa pun, terdapat “dampak emosional dari apa yang telah dialami oleh rakyat Kanada,” ujar Houston.

“Hal ini sangat menguras emosi.”

Perdana Menteri (Premier) Quebec, Christine Frechette, mengatakan bahwa provinsinya telah sangat terdampak oleh tarif Trump dan ia akan memutuskan perihal penyediaan kembali minuman beralkohol AS setelah mempelajari kesepakatan tersebut. Wab Kinew, perdana menteri provinsi Manitoba di Kanada tengah yang berhaluan kiri, menyatakan kesiapannya untuk kembali menyediakan produk minuman beralkohol di pasaran, meskipun ia berpendapat bahwa Kanada “seharusnya melakukan perlawanan.”

“Menurut saya, posisi Amerika di dunia saat ini lebih lemah dibandingkan setahun yang lalu,” ujar Kinew.

Trump “akan kalah telak dalam pemilihan paruh waktu,” tambahnya. “Saya rasa kita berada di posisi yang lebih menguntungkan.”

Carney juga meminta pemerintah provinsi untuk memastikan penghapusan ketentuan apa pun dalam kebijakan pengadaan barang dan jasa yang “secara khusus mengecualikan Amerika Serikat,” kata Houston.

Pemerintah provinsi masih diperbolehkan memprioritaskan pemasok asal Kanada, namun tidak boleh mencantumkan ketentuan eksplisit yang melarang keterlibatan pemasok AS dalam suatu proyek.

AS juga kemungkinan memiliki sejumlah tuntutan terhadap pemerintah federal Kanada; laporan media Kanada mengindikasikan adanya tuntutan terkait komitmen pengadaan pertahanan dan pasokan mineral kritis.

Para perdana menteri provinsi enggan membahas secara rinci mengenai pengurangan tarif AS yang sedang dinegosiasikan, namun mereka mengakui bahwa produk-produk Kanada tertentu masih akan dikenakan bea masuk saat memasuki wilayah Amerika Serikat.

“Mempertahankan status quo seperti dua tahun lalu adalah hal yang mustahil,” ujar Scott Moe, perdana menteri provinsi Saskatchewan yang berhaluan konservatif, yang termasuk dalam pihak-pihak yang menerima penjelasan dari Carney pada hari Rabu.

Ia menyebut kesepakatan yang diusulkan itu sebagai kesepakatan “terbaik di kelasnya”; pujian serupa juga disampaikan oleh Houston dari Nova Scotia, yang mengatakan kepada wartawan bahwa kesepakatan itu merupakan “hasil terbaik yang bisa kita harapkan dalam berurusan dengan pemerintahan ini.”

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top