AS Jatuhkan Sanksi Terhadap Pemimpin Perusahaan Kaspersky

Perusahaan Keamanan Siber Kaspersky - Rusia.
Perusahaan Keamanan Siber Kaspersky - Rusia.

Washington | EGINDO.co – Amerika Serikat mengumumkan sanksi pada hari Jumat (21 Juni) terhadap 12 pemimpin puncak perusahaan keamanan siber Kaspersky Lab yang berbasis di Rusia, sehari setelah melarang penjualan perangkat lunak antivirus populernya dengan alasan keamanan nasional.

Sanksi yang meluas tersebut menargetkan banyak pemimpin paling senior Kaspersky Lab, termasuk kepala operasinya, sementara tidak menjatuhkan sanksi kepada kepala eksekutif dan perusahaan itu sendiri, kata Departemen Keuangan dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan penetapan tersebut.

“Tindakan hari ini terhadap pimpinan Kaspersky Lab menggarisbawahi komitmen kami untuk memastikan integritas domain siber kami dan untuk melindungi warga negara kami dari ancaman siber yang jahat,” kata wakil menteri Keuangan AS untuk Terorisme dan Intelijen Keuangan Brian Nelson.

Baca Juga :  AS Siap Terlibat Dengan Korea Utara Setelah Uji Coba Rudal

“Amerika Serikat akan mengambil tindakan jika diperlukan untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang berusaha memfasilitasi atau memungkinkan kegiatan ini,” tambahnya.

Dalam pernyataan terpisah, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller mengatakan perusahaan tersebut tunduk pada “yurisdiksi, kendali, atau arahan pemerintah Rusia, yang dapat mengeksploitasi akses istimewa untuk mendapatkan data sensitif.” IKLAN

Hal ini menimbulkan “risiko yang tidak dapat diterima bagi keamanan nasional AS atau keselamatan dan keamanan warga AS”, tambahnya.

Sanksi Departemen Keuangan tersebut muncul sehari setelah Departemen Perdagangan mengumumkan bahwa mereka melarang firma keamanan siber yang berkantor pusat di Moskow tersebut untuk menyediakan produk antivirus populernya di AS.

Pengumuman tersebut muncul setelah penyelidikan panjang yang, menurut Departemen Perdagangan, menemukan bahwa “operasi Kaspersky yang berkelanjutan di Amerika Serikat menimbulkan risiko keamanan nasional karena kemampuan siber Pemerintah Rusia yang ofensif dan kapasitas untuk memengaruhi atau mengarahkan operasi Kaspersky.”

Baca Juga :  Zelenskyy Kutuk Rusia Setelah Kerusakan Pembangkit Nuklir

Kaspersky, dalam sebuah pernyataan kepada AFP, berjanji untuk “mengejar semua opsi yang tersedia secara hukum untuk mempertahankan operasi dan hubungannya saat ini,” dan menambahkan bahwa perusahaan tersebut “tidak terlibat dalam aktivitas yang mengancam keamanan nasional AS.”

Penunjukan pada hari Jumat menargetkan banyak pejabat paling senior perusahaan, termasuk kepala operasi perusahaan yang telah lama menjabat, Andrei Tikhonov, dan kepala bagian hukumnya, Igor Chekhunov, kata Departemen Keuangan.

Sumber : CNA/SL

Bagikan :
Scroll to Top