Washington | EGINDO.co – Pemerintah Amerika Serikat pada hari Senin (11 Mei) mengumumkan sanksi terhadap tiga orang dan sembilan perusahaan, termasuk empat yang berbasis di Hong Kong dan empat di Uni Emirat Arab, karena membantu pengiriman minyak Iran ke China.
Perusahaan kesembilan berbasis di Oman.
Langkah Departemen Keuangan ini menyusul sanksi yang diumumkan pada hari Jumat terhadap individu dan perusahaan yang membantu pembelian senjata dan komponen yang digunakan untuk membuat drone dan rudal balistik oleh Iran.
Hal ini terjadi beberapa hari sebelum pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Xi Jinping, di mana ia diperkirakan akan mendesak pemimpin China tersebut untuk membantu menyelesaikan kebuntuan dengan Iran dan membuka kembali Selat Hormuz yang penting.
Departemen Keuangan mengatakan penetapan baru oleh Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) ditujukan kepada individu dan entitas yang membantu Korps Garda Revolusi Islam Iran menjual dan mengirimkan jatah minyak Iran ke China menggunakan serangkaian perusahaan fiktif.
Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan pemerintahan Trump akan terus meningkatkan tekanan pada Teheran untuk mencabut pendanaan pemerintah dan militer Iran untuk senjata, program nuklir, atau dukungan bagi kelompok proksi di kawasan tersebut.
“Departemen Keuangan akan terus memutus rezim Iran dari jaringan keuangan yang digunakannya untuk melakukan aksi terorisme dan untuk menggoyahkan ekonomi global,” kata Bessent.
IRGC, yang ditetapkan oleh Washington sebagai organisasi teroris, bergantung pada perusahaan cangkang untuk mengatur dan menerima pembayaran atas alokasi pengiriman minyak Iran, kata Departemen Keuangan.
Tindakan pada hari Senin ini merupakan kelanjutan dari sanksi yang dikenakan pada Juli 2025 terhadap Golden Globe, sebuah perusahaan samaran yang berbasis di Turki yang menurut Departemen Keuangan menangani ratusan juta dolar penjualan minyak IRGC setiap tahunnya.
Tiga orang yang dikenai sanksi oleh Amerika Serikat bekerja untuk markas minyak IRGC di Shaid Purja’fari, mengoordinasikan pembayaran melalui Golden Globe, kata Departemen Keuangan.
Sumber : CNA/SL