Hanoi | EGINDO.co – Amerika Serikat menginginkan hubungan militer yang lebih erat dengan Vietnam, ujar Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pada Minggu (2 November) di awal kunjungannya ke Hanoi di tengah perundingan yang berkepanjangan mengenai potensi pasokan peralatan militer kepada mantan musuh Washington tersebut.
Hegseth diperkirakan akan bertemu dengan Ketua Partai Komunis Vietnam To Lam, Presiden Luong Cuong, dan Menteri Pertahanan Phan Van Giang, ujar seorang pejabat Vietnam yang mendapat pengarahan mengenai kunjungan tersebut.
“Kerja sama (militer) yang lebih erat akan menguntungkan kedua negara kita,” ujar Hegseth, yang tiba di ibu kota Vietnam setelah pertemuan di Malaysia dengan rekan-rekan sejawatnya dari Asia, sebelum bertemu Giang.
Amerika Serikat telah mengirimkan tiga kapal pemotong kepada penjaga pantai Vietnam dan tiga pesawat latih T-6, dari pesanan sebanyak 12 unit, dan berniat untuk mengirimkan lebih banyak lagi, tambahnya.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Pertahanan Vietnam mengatakan kedua pemerintah sepakat untuk terus mempromosikan kerja sama keamanan, termasuk di bidang-bidang seperti industri pertahanan.
Kunjungan Hegseth terjadi di tengah perundingan berkepanjangan mengenai potensi pasokan peralatan militer Washington kepada mantan musuhnya, termasuk pesawat angkut dan helikopter.
Perundingan mengenai pasokan senjata AS diperkirakan akan mendominasi agenda, menurut pejabat tersebut dan sumber Vietnam lainnya yang diberi pengarahan mengenai masalah tersebut.
Keduanya menyebutkan pesawat angkut militer Lockheed Martin C-130 Hercules sebagai salah satu item yang akan dibahas. Seorang pejabat AS juga mengonfirmasi bahwa C-130 akan menjadi bagian dari perundingan tersebut.
Salah satu sumber Vietnam mengatakan bahwa pasokan helikopter AS juga dapat dibahas, khususnya Lockheed Martin S-92 dan Boeing Chinook.
Ketiga sumber tersebut menolak disebutkan namanya karena informasi tersebut tidak bersifat publik. Mereka semua mengatakan belum jelas apakah kesepakatan atau pengumuman akan dibuat pada hari Minggu.
Boeing menyerahkan pertanyaan mengenai masalah ini kepada pemerintah Vietnam dan AS.
Pemerintah Vietnam, Pentagon, dan Lockheed Martin tidak menanggapi permintaan komentar di luar jam kerja.
Pesawat dan Helikopter Sedang Dibahas
Negara Asia Tenggara ini, yang sangat bergantung pada senjata Rusia, telah bertahun-tahun berupaya untuk mendiversifikasi persenjataannya. Perundingan dengan Amerika Serikat, yang mencabut embargo senjata pada tahun 2016, mendapatkan momentum selama pemerintahan Biden tetapi belum menghasilkan pengumuman resmi apa pun.
Tahun lalu, Reuters melaporkan diskusi penjualan pesawat C-130 ke Kementerian Pertahanan Vietnam, dan pada bulan Juli, kesepakatan awal untuk dua helikopter S-92 setelah bertahun-tahun perundingan mengenai masalah tersebut dengan pasukan keamanan publik Vietnam.
Kemungkinan pembelian dua atau tiga helikopter Chinook oleh kepolisian Vietnam juga sedang dibahas, kata salah satu sumber yang diberi pengarahan tentang masalah tersebut.
Pada bulan Desember, sebuah surat kabar yang dikendalikan oleh kepolisian mengatakan bahwa sebuah bandara baru yang sedang dibangun di dekat Hanoi akan cocok untuk helikopter Chinook CH-47D dan model lainnya.
Chinook adalah satu-satunya pesawat yang disebutkan dalam laporan tersebut yang saat ini tidak digunakan oleh pasukan Vietnam.
Sumber : CNA/SL