Arus Mudik Mengalami Kelebihan Daya Tampung

IMG-20220508-WA0001

Jakarta | EGINDO.co – Kelebihan daya tampung terhadap kapasitas Jalan di kota – kota asal pemudik berakibat pada kemacetan terutama pada puncak mudik dan hari H Idhul Fitri.

Kemacetan bukan saja dirasakan pada saat perjalanan mudik tapi terjadi juga di Kota – kota tujuan Pemudik.

Ruang lalu lintas yang terbatas belum mampu menampung pergerakan kendaraan yang datang dan melintas di Kota – kota kunjungan pemudik.

Manajemen pengaturan lalu lintas saya kira sudah disiapkan di masing – masing Kota atau Daerah namun yang menjadi masalah adalah bahwa kapasitas Jalan tidak mampu menampung derasnya kendaraan yg mengarah, melintas atau imbas dari pola pengaturan yg dilakukan di Jalan Utama atau Jalan tol.

Pola pengaturan yang dilakukan di jalan-jalan utama dan kota – kota tujuan mudik tidak jauh berbeda dengan menerapkan One Way, Contra flow maupun Ganjil – Genap dengan buka tutup, hanya pelaksanaannya disesuaikan dengan situasi dan karakter tingkat kemacetan di masing – masing wilayah atau kota.

Kota yang mengalami kemacetan, antara lain : Bandung, Purwokerto, Tasik Malaya, Solo, Yogya, Semarang, Surabaya dan Kota – kota hesar lainnya.

Dari pengalaman ini, sangat jelas jika kita berbicara masalah transportasi unsur Jalan menjadi hal yang prioritas atau utama. Begitu pentingnya Infrastruktur jalan untuk meningkatkan kapasitas jalan atau ruang lalu lintas.

Pola pengaturan lalu lintas hanya sebagai salah satu sarana membangun efektivitas dan effesiensi ruang lalu lintas namun yang sangat penting adalah Infrastruktur jalan yang mampu mengimbangi populasi pertambahan jumlah penduduk dan jumlah kendaraan.

Menjadi tanggung jawab bersama para pemangku kepentingan yang bertanggung jawab di bidang lalu lintas hingga angkutan jalan serta partisipasi aktif masyarakat.

Karena kalau kita lihat fungsi jalan sangat strategis sekali, dapat digunakan sebagai sarana membangun persatuan dan kesatuan Bangsa, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, membangun peradaban dan kualitas hidup atau secara umum bahwa transportasi adalah sebagai Urat nadi kehidupan dan cermin modernitas.

Pembangunan prasarana Jalan yg ideal saya kira sudah ada rumusannya. Panjang jalan yg ideal akan dapat dilihat prosentase luas wilayah.

Pembangunan prasarana Jalan yang ideal akan menggambarkan kondisi idial kapasitas jalan dengan daya tampung orang dan kendaraan.

Tujuan akhir tetap mempertahankan kinerja jalan yang optimal dan mampu mengurai kemacetan.

TimEGINDO.co/Dum Akbp ( P ) Budiyanto SSOS.MH (Pemerhati masalah transportasi dan Hukum).

Scroll to Top