Jakarta|EGINDO.co CEO Coinbase Global Inc., Brian Armstrong, dilaporkan tidak lagi masuk dalam jajaran 500 orang terkaya dunia versi Bloomberg Billionaires Index setelah nilai kekayaannya merosot tajam mengikuti pelemahan pasar kripto global.
Dalam tujuh bulan terakhir sejak mencapai puncak pada Juli 2025, total harta Armstrong menyusut lebih dari US$10 miliar — dari sekitar US$17,7 miliar menjadi hanya sekitar US$7,5 miliar. Penurunan tersebut terutama dipicu anjloknya harga aset kripto, berkurangnya aktivitas perdagangan, serta revisi turun target harga saham Coinbase oleh JPMorgan Chase & Co. sekitar 27%.
Kinerja saham Coinbase sendiri mencerminkan tingginya volatilitas pasar kripto. Sejak menyentuh level tertinggi pada 18 Juli, saham perusahaan bursa kripto itu telah terpangkas sekitar 60%. Dalam periode yang sama, Bitcoin — sebagai aset acuan industri — juga kehilangan sekitar separuh nilainya sejak awal Oktober, dengan pergerakan harga yang fluktuatif sepanjang bulan berjalan.
Sebagian besar kekayaan Armstrong diketahui berasal dari kepemilikan sekitar 14% saham Coinbase, perusahaan yang ia dirikan bersama Fred Ehrsam pada 2012. Selain itu, ia juga memiliki investasi di sektor lain, termasuk startup bioteknologi NewLimit yang berfokus pada riset umur panjang.
Tekanan pasar kripto tidak hanya menghantam Armstrong. Sejumlah tokoh besar industri turut mengalami penyusutan kekayaan signifikan.
Saudara kembar Cameron dan Tyler Winklevoss, pendiri Gemini, mencatat penurunan kekayaan bersih dari sekitar US$8,2 miliar pada Oktober menjadi US$1,9 miliar. Perusahaan mereka bahkan mengumumkan pemutusan hubungan kerja sekitar 25% karyawan serta penghentian sebagian operasi internasional, sebagaimana dilaporkan Bloomberg dan Reuters.
Sementara itu, Galaxy Digital milik Mike Novogratz membukukan kerugian kuartalan lebih besar dari perkiraan, mencapai sekitar US$500 juta akibat jatuhnya valuasi aset kripto. Novogratz sendiri mengakui bahwa volatilitas ekstrem merupakan bagian tak terpisahkan dari industri tersebut.
Nasib serupa dialami Michael Saylor dari Strategy Inc. Kekayaannya dilaporkan menyusut sekitar dua pertiga dari puncaknya pada Juli 2025 menjadi sekitar US$3,4 miliar. Sebagian besar asetnya terikat pada kepemilikan saham perusahaan yang dikenal sebagai salah satu pemegang Bitcoin publik terbesar, menurut laporan CNBC.
Secara keseluruhan, koreksi tajam pasar kripto telah menghapus puluhan miliar dolar nilai kekayaan para pelaku utamanya, sekaligus menggambarkan besarnya ketergantungan kekayaan miliarder kripto terhadap pergerakan harga aset digital. (Sn)