AREBI Harga Properti Akan Membumbung Tinggi Pasca Pandemi

bandung-housing-and-furniture-expo-2017_20170515_200453

Jakarta | EGINDO.com      – Di tengah pandemi, Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) optimistis transaksi properti di tahun 2021, baik di pasar primer maupun sekunder, tetap meningkat.

Pasalnya banyak faktor pendorong yang bisa membuat transaksi terjadi, seperti kebijakan dan insentif yang dikucurkan Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) seperti insentif PPN yang diperpanjang hingga akhir tahun dan DP 0%.

Lalu berbagai penawaran dari developer seperti pemberian diskon untuk memiliki rumah atau properti impian dan banyaknya aset properti yang dijual dengan harga terkoreksi, dari 10% hingga 30%, dan di beberapa lokasi ada yang mencapai 50%.

“It’s Time To Buy Property. Masyarakat harus membeli properti saat ini.

Ini merupakan kesempatan yang harus diambil karena saat pandemi teratasi properti harganya akan membumbung tinggi,” ujar Lukas Bong.

Lukas Bong meminta masyarakat untuk menggunakan jasa broker properti anggota AREBI dalam melakukan transaksi properti, baik jual, beli, maupun sewa properti karena  banyak manfaat dan keuntungan yang didapat.

Antara lain mendapatkan pelayanan jasa perantara perdagangan properti yang sesuai standard profesi (SKKNI), lebih aman dan terjamin karena dilayani oleh broker properti yang memiliki SIU-P4 dan memiliki Sertifikasi Kompetensi.

“Sertifikasi profesi untuk broker properti sangatlah penting untuk menghindari kasus penipuan berkedok broker properti,” katanya.

Selain itu manfaat bagi masyarakat antara lain memecahkan persoalan real estat, memperoleh layanan yang akurat dan pasti, menghilangkan beban biaya yang tidak perlu, dan memperoleh kepastian hukum dan informasi yang objektif.

Belum lama ini AREBI menggelar acara Doa Lintas Agama Untuk Bangsa #PRAYFORINDONESIA yang dilakukan secara virtual melalui Zoom dan Youtube DPP AREBI.

Acara yang terbuka untuk umum, tanpa memandang Suku, Ras, dan Agama ini bekerjasama dengan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) dan merupakan rangkaian acara menuju event besar yang akan diselenggarakan AREBI pada akhir tahun mendatang yakni AREBI SUMMIT 2021 dan MUNAS.

Baca Juga :  BPPT Harus Jadi Pusat Kecerdasan Teknologi Indonesia

Selain doa bersama, juga digelar webinar dengan narasumber antara lain Ulil Abshar Abdalla (Tokoh Agama Islam), J.N. Hariyanto, SJ (Tokoh Agama Katolik), dr. Rahmi Alfiah Nur Alam ( Pengurus ICRP), Nurul Yaqin (AREBI), Pinandita Krht Astono Chandra Dana (Tokoh Agama Hindu), dan WS. Budi Suniarto (Tokoh Agama Kong Hu Cu). Tampil sebagai moderator Ust. Ahmad Nurcholish dan Pdt.Wattimena.

Lukas Bong, Ketua Umum AREBI mengatakan, AREBI bersama ICRP mengadakan Doa Lintas Agama Untuk Bangsa sebagai refleksi merespon pandemi Covid-19 demi menjaga hati dan sebagai ruang berjumpa untuk memperkuat persaudaran.

“Pandemi Covid-19 yang sudah melanda seluruh dunia selama hampir 2 tahun ini membutuhkan langkah cepat dan tanggap untuk membantu sesama. Selain itu tentu dengan memohon pertolongan Tuhan agar diberi kekuatan bertahan dalam keadaan seperti saat sekarang ini,” ujar Lukas Bong.

Menyambut Hari Ulang Tahun ke-76 Kemerdekaan RI, AREBI bekerjasama dengan Group Synergy, Realestat Indonesia (REI), Apersi dan Yayasan Obor Berkat Indonesia (OBI) membagikan 5.000 paket sembako kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Acara ini diselenggarakan pada Rabu (18/8/2021) di Graha Bintang Cikini 55, Jl. Cikini Raya No.55 Menteng Jakarta Pusat.

Lukas Bong mengatakan, AREBI senang bisa bekerjasama dengan stake holder properti untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial dari stake holder properti.

“Di masa pandemi, sinergi dan kolaborasi adalah perbuatan yang harus dilakukan, dengan siapa saja, termasuk dengan stake holder properti. Tidak hanya urusan bisnis juga untuk urusan sosial karena manusia adalah mahluk sosial.

Dengan berbagi, manusia akan menuai kebahagiaan abadi karena Tuhan akan membalas setiap amal kebaikan yang dilakukan oleh manusia,” ujar Lukas Bong.

Baca Juga :  Desensitisasi: Hilangnya Kepekaan Saat Melihat Aksi Kekerasan

Sumber: Tribunnews/Sn