APP Sinarmas Puji Kelompok Pertanian Hidroponik Perempuan

Kelompok pertanian hidroponik
Kelompok pertanian hidroponik

Jakarta | EGINDO.co – Dari hobi hingga panen yang dikelola perempuan Dini Jayanti mendapat pujian di program Inkubasi Bisnis. Asia Pulp & Paper (APP) Sinarmas melalui perjalanan inspiratif Trisna Wardah Ningsih, pencipta ‘Sabi’s Sweet Potato Pizza.’

Dini Jayanti selalu punya jempol hijau. Kecintaannya pada memelihara tanaman bermula dari hobinya di lingkungan sekitar pada tahun 2018 ketika ia mencoba bertani hidroponik. Usahanya kecil, hanya cukup untuk memasok produk segar kepada tetangganya yang ramah. Dia tidak pernah membayangkan hal itu akan berkembang menjadi sesuatu yang lebih signifikan hingga November 2022.

Dalam laman resmi APP Sinarmas yang dikutip EGINDO.co hari ini Senin (11/9/20230 menyebutkan Dini menjalankan ‘Good Farm’, sebuah kelompok pertanian hidroponik yang semuanya perempuan yang berbasis di Tangerang, provinsi Banten.

Pabrik APP Indah Kiat Tangerang mengidentifikasi inisiatif berbasis komunitas untuk program CSR-nya dan mendorong pendirinya untuk meningkatkan skalanya dengan bergabung dalam program Inkubasi Bisnis. Acaranya sendiri diadakan di Provinsi Riau, sehingga terlalu jauh dan mahal jika dihadiri secara offline. Maka Bu Dini mengikuti program tersebut sepenuhnya secara online, siap menerapkan pembelajarannya untuk mengembangkan bisnis hidroponiknya.

Baca Juga :  Faisal Basri Kembali Nyentil: Kereta Cepat Mau Pakai SILPA

Dini menjalankan ‘Good Farm’, sebuah kelompok pertanian hidroponik yang semuanya perempuan yang berbasis di Tangerang, provinsi Banten. Pabrik APP Indah Kiat Tangerang mengidentifikasi inisiatif berbasis komunitas untuk program CSR-nya dan mendorong pendirinya untuk meningkatkan skalanya dengan bergabung dalam program Inkubasi Bisnis.

Acaranya sendiri diadakan di Provinsi Riau, sehingga terlalu jauh dan mahal jika dihadiri secara offline. Dini mengikuti program tersebut sepenuhnya secara online, siap menerapkan pembelajarannya untuk mengembangkan bisnis hidroponiknya.

Program Inkubasi menantang anggapan Dini sebelumnya. “Program ini mengubah pola pikir saya sepenuhnya. Saya belajar bahwa sangat mungkin untuk menjalankan pertanian hidroponik saya sebagai usaha sosial.” seru Dini.

Good Farm yang beranggotakan 30 ibu rumah tangga menjadi perwujudan transformasi ini. Dini memprakarsai perombakan organisasi di dalam peternakan, mengubahnya menjadi entitas bisnis yang terstruktur dengan baik.

Pendekatan itu membuahkan hasil yang luar biasa. Keuntungan dibagikan langsung kepada anggota aktif setelah setiap panen. Dini membentuk divisi terpisah, masing-masing bertanggung jawab atas tugas tertentu. Pemasaran, pemrosesan pesanan, dan budidaya kini menjadi operasi yang disesuaikan dengan baik. Perubahannya cepat dan efektif.

Baca Juga :  Sebagian Besar Pasar Asia Merosot Setelah Penutupan Bank AS

Dengan pertanian yang berjalan efisien, keuntungan melonjak hingga Rp 6 juta (USD 390). Jumlah ini merupakan peningkatan yang luar biasa dibandingkan dengan dana sederhana sebesar Rp 2-3 juta (USD 130-195) yang biasa mereka hasilkan.

“Sejak memiliki rencana bisnis yang tepat, kami juga dapat melihat keuntungan dengan lebih baik, dan hal ini sangat memotivasi seluruh perempuan di pertanian. Tentu saja keuntungannya tidak bertambah dalam semalam. Butuh banyak strategi untuk bisa menjalankan bisnis ini dengan baik,” ujarnya.

Tanaman hidroponik mereka meliputi kangkung (kangkung), kangkung, dan pak choy – sayuran yang disukai semua orang. Dini dan timnya tidak takut untuk beradaptasi. Jika sayuran tertentu tidak laku, mereka akan berhenti menanamnya dan hanya fokus pada permintaan pelanggan.

Meskipun terdapat kesuksesan baru, terdapat tantangan. Mentor Dini tidak kenal kompromi, mendorongnya untuk mengubah pola pikirnya terhadap pertanian. “Tidak diragukan lagi, para mentornya tangguh. Bahkan ada yang mengatakan bahwa saya menjalankan pertanian saya seperti badan amal dan saya tidak tertarik untuk mendapat keuntungan. Saya harus meyakinkan mentor saya bahwa saya ingin melihat ini sebagai sebuah bisnis sekaligus memberikan manfaat bagi semua perempuan di pertanian,” kenang Dini.

Baca Juga :  APP; Merayakan Ketahanan Melalui Kesulitan Pada SAF 2023

Impian untuk memasuki pasar e-commerce tampak besar, namun Dini tahu bahwa masih banyak yang harus dipelajari mengenai persyaratan produk segar. Saat ini, mereka mengandalkan platform seperti WhatsApp dan Instagram untuk berjualan, dan bersemangat berpartisipasi dalam bazar dan acara publik, dengan harapan dapat mengubah kenalan baru menjadi pelanggan jangka panjang.

Perjalanan Dini dari seorang petani hidroponik sederhana hingga menjadi ketua kelompok tani perempuan yang berkembang pesat merupakan bukti tekad dan kekuatan kewirausahaannya. Good Farm telah berkembang menjadi mercusuar kesuksesan, membuktikan bahwa permulaan yang paling sederhana sekalipun dapat tumbuh menjadi sesuatu yang luar biasa dengan dedikasi dan pola pikir yang benar.@

App/fd/timEGINDO.co

Bagikan :