APP Sinarmas, Jurnalis Riau Gelar Webinar Mitigasi Karhutla

APP Sinarmas dan Jurnalis Riau
APP Sinarmas dan Jurnalis Riau

Jakarta | EGINDO.co – Asia Pulp & Paper (APP) Sinarmas melalui PT Arara Abadi bekerja sama dengan Jurnalis Kreatif Riau (JKR) menggelar webinar bertajuk “Solusi Permanen Pencegahan (Mitigasi) Sekaligus Penanganan Karhutla di Riau” pada Rabu, 15 Juni 2022 lalu. Demikian dilansir laman resmi APP Sinarmas yang dikutip EGINDO.co

Webinar Solusi Permanen Pencegahan (Mitigasi) Sekaligus Penanganan Karhutla di Riau, dihadiri Kepala Sub Direktorat Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Anis Aliati, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, M. Edy Afrizal, serta turut mengundang berbagai pemangku kepentingan meliputi pemerintah, akademisi, jurnalis, hingga masyarakat setempat.

Dalam Webinar dibahas solusi terhadap karhutla menjadi salah satu agenda terpenting bagi masyarakat Riau, khususnya pada musim kemarau. Provinsi Riau diketahui memiliki lahan gambut terluas di Pulau Sumatera, yakni sekitar 52 persen. Selain itu, Riau juga tercatat sebagai penyumbang terbesar lahan terbakar yang menyebabkan bencana kabut asap pada tahun 2015 silam.

Baca Juga :  Aksi May Day Besok Tidak Jadi Digeser 12 Mei 2022

Korwil Manggala Agni KLHK Riau, Edwin Putra menyampaikan bahwa karhutla dapat dipicu oleh beberapa hal. Faktor alam, salah satunya musim kemarau yang menyebabkan panasnya cuaca tidak dapat dipungkiri merupakan salah satu penyebab karhutla. Namun begitu, tidak sedikit juga kejadian yang disebabkan oleh campur tangan manusia, salah satunya lewat membuka lahan dengan cara membakar. Oleh sebab itu, solusi pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada pihak berwenang saja, tetapi juga kesadaran dari masyarakat sendiri.

Melihat situasi dan kondisi yang ada, KLHK memprioritaskan solusi permanen karhutla dilakukan dari segi pencegahan. Strategi pencegahan yang dicanangkan meliputi pendekatan analisis, pengendalian operasional, dan pengelolaan lanskap. “Sebagai langkah antisipasi, Kementerian LHK mendorong pemerintah daerah yang daerahnya rawan karhutla untuk meningkatkan patroli pencegahan. Dilakukan baik secara mandiri dari instansinya, maupun secara terpadu dengan melibatkan semua unsur sampai ke tingkat masyarakat,” kata Anis dalam webinar.

Baca Juga :  Galeri Nasional Tambah Kuota Kunjungan Di Ruang Pameran

Menjawab permasalahan karhutla, APP Sinarmas melalui PT Arara Abadi turut berkontribusi aktif mendukung Pemerintah melalui program-program pemberdayaan masyarakat desa untuk dapat membuka lahan tanpa membakar.

Peran PT Arara Abadi telah dirasakan masyarakat Riau, salah satunya dengan program kemitraan Desa Makmur Peduli Api (DMPA). Herman (52) membagikan kisahnya dalam webinar itu sebagai salah seorang petani dari Kampung Pinang Sebatang Barat, Kabupaten Siak yang telah tergabung dalam progam DMPA sejak 2018 lalu.

“Dahulunya tahun 2015, sebelum saya bekerja sama dengan Arara Abadi, saya membersihkan lahan saya dengan cara membakar. Waktu itu, saya tidak tahu aturan, yang penting saya bisa menanam sawit,” kata Herman.

Baca Juga :  Tertibkan Dan Kembalikan Fungsi Ambulance Dengan Benar

Melalui program DMPA, Herman dan petani-petani lainnya dapat mengenal cara-cara membersihkan lahan tanpa membakar. Selain itu, program ini juga membukakan wawasan bagi petani setempat mengenai cara-cara menjadi petani hortikultura yang sukses beserta prospek ekonominya.

Tidak hanya program DMPA, PT Arara Abadi juga telah aktif dalam penanganan karhutla di Riau dengan menyediakan sejumlah peralatan canggih. Adanya Helikopter Water Bombing juga merupakan salah satu bentuk kontribusi perusahaan terhadap kasus karhutla di [email protected]

App/TimEGINDO.co

 

Bagikan :