APP Sinarmas Dorong Karyawan Sampaikan Kepedulian

komitmen
Komitmen APP Sinarmas

Jakarta | EGINDO.co – Asia Pulp and Paper (APP) Sinarmas, mendorong setiap karyawan dan pemangku kepentingan untuk menyampaikan kepedulian mereka mengenai pelanggaran Kode Etik Bisnis, kebijakan Perusahaan atau hukum dan regulasi. Perusahaan menyediakan saluran untuk melaporkan berbagai pelanggaran di mana identitas pelapor akan dibuat secara anonim dan rahasia. Demikian dikutip EGINDO.co dari laman resmi APP Sinarmas, kemarin.

Disebutkan selain itu, APP Sinar Mas juga melindungi pelapor dari berbagai upaya tindakan balas dendam. Perusahaan tidak menoleransi tindakan balas dendam terhadap pelapor yang menyampaikan pelapornya dengan itikad baik. Pembalasan dendam dilarang dan merupakan pelanggaran yang dapat mengakibatkan sanksi disiplin.

APP Sinarmas melakukan Whistleblowing yang merupakan sebuah istilah ketika seseorang yang terkait erat dengan organisasi seringkali karyawan, tetapi terkadang juga pemasok atau pelanggan, mengamati perilaku atau tindakan yang mereka yakini sebagai pelanggaran, kriminal, dan tidak sejalan dengan kode etik perusahaan, dan melaporkan kecurigaan tersebut.

Whistleblowing adalah alat pencegahan untuk mengurangi risiko malpraktik dan penyimpangan. Hal ini memungkinkan organisasi untuk memantau kebijakan dan prinsip bisnis mereka secara efisien, dengan memperoleh informasi tentang penyimpangan yang harus ditindaklanjuti pada tahap awal.

Whistleblowing dipandang sebagai alat yang sangat efektif untuk memerangi kecurangan. Dalam Laporan ACFE 2020 – Report to the Nations, the Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) menemukan bahwa metode deteksi penipuan yang paling umum adalah pelaporan/tip pada 43% . Laporan yang sama juga menyatakan bahwa perusahaan dengan layanan whistleblowing, yang mencakup kemungkinan pelaporan anonim, menderita kerugian yang lebih kecil yang disebabkan oleh kecurangan.

Whistleblowing membantu perusahaan mengidentifikasi kasus suap aktif dan tindakan korupsi lainnya yang dilakukan oleh perusahaan atau karyawannya, serta membantu bisnis untuk mencegah dan mendeteksi suap dalam transaksi komersial.

Baca Juga :  APP Sinarmas Kerjasama YDS, Berdayakan Perempuan Saat Covid

Perusahaan memiliki kewajiban etis untuk melindungi dan mendukung karyawan. Hal ini termasuk pada melindungi karyawan yang menyampaikan kekhawatiran tentang kemungkinan pelanggaran yang mereka temukan.

Sebagian besar karyawan ingin berbicara tentang potensi masalah yang mereka lihat di perusahaan dan para eksekutif harus menerima adanya laporan tersebut. Hal ini jauh lebih baik dibandingkan dengan apabila karyawan tidak peduli dan tertutup mengenai penyimpangan yang ada dalam bisnis.

Pelanggaran yang berlangsung lama pada akhirnya akan lebih sulit untuk diselesaikan. Sering kali penyimpangan yang terjadi mungkin terkesan beresiko bagi citra perusahaan seperti adanya pelanggaran hukum pidana (seperti penyuapan dan korupsi), pelecehan di tempat kerja yang dapat menyebabkan tuntutan hukum perdata, atau kesalahan yang membuat bisnis terkena risiko. Karyawan yang melaporkan adanya penyimpangan tersebut pada dasarnya turut membantu dalam melindungi citra perusahaan.

Melindungi kepentingan perusahaan dan mengurangi risiko kerugian dari pelanggaran, membuat bisnis perusahaan dapat lebih berkelanjutan dan menghasilkan lebih banyak keuntungan. Hal ini secara tidak langsung akan turut dirasakan oleh karyawan.

Ketika karyawan yang ingin melakukan pelanggaran tahu bahwa karyawan lain dapat melaporkan mereka dan manajemen kemudian akan menyelidiki tuduhan itu para pelanggar cenderung tidak mencoba melakukan penyimpangan tersebut.

Whistleblowing di APP Sinarmas, sebagai karyawan, tentunya peduli dengan kesuksesan dan keberhasilan perusahaan dalam menjalankan bisnis. Oleh sebab itu, keberanian karyawan dalam berbicara dan menyampaikan laporan penyimpangan di internal perusahaan merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan.

Mendorong karyawan untuk melaporkan pelanggaran, dan melindungi para whistleblower, sangat penting dalam program whistleblowing. Karyawan sering kali menjadi orang pertama yang mengidentifikasi terjadinya penyimpangan di tempat kerja. Oleh sebab itu, peran karyawan dalam program ini merupakan hal yang penting.

Baca Juga :  Ekspor Indah Kiat Hingga Kuartal III 2021 Naik 12,53%

Tidak dipungkiri, perasaan takut saat melaporkan penyimpangan yang ada sering kali terjadi. Laporan penyimpangan sering kali dianggap sebagai sebuah masalah. Namun begitu, setiap laporan yang ada merupakan hal yang penting bagi perusahaan untuk diperhatikan dan ditindaklanjuti, sebelum mengakibatkan gangguan terhadap kegiatan maupun citra perusahaan. Walaupun terkadang laporan yang disampaikan bukan tergolong pada kasus whistleblowing, namun setiap pelaporan dari karyawan akan menjadi perhatian bagi [email protected]

App/TimEGINDO.co

 

Bagikan :