APP Sinarmas Berpacu Hadapi Persaingan Keberlanjutan Usaha

Direktur APP Sinarmas, Suhendra Wiriadinata (tengah) menerima penghargaan Industri Hijau 2019 dari Kementerian Perindustrian
Direktur APP Sinarmas, Suhendra Wiriadinata (tengah) menerima penghargaan Industri Hijau 2019 dari Kementerian Perindustrian

Jakarta | EGINDO.co – Membangun budaya etika dan kepatuhan berlandaskan nilai Asia Pulp & Paper (APP) Sinarmas dalam menghadapi persaingan untuk keberlanjutan usaha. Dalam era persaingan bisnis saat ini, hanya perusahaan yang memiliki standar etika bisnis dan integritas tinggi yang dapat terus bertahan dan berkelanjutan.

Seluruh perusahaan sedang terus berpacu untuk memenuhi standar etika tertinggi dan bisa diterima secara universal. Dalam rangka menjawab tantangan tersebut, tahun 2021 Asia Pulp & Paper (APP) Sinarmas melalui Departemen Ethics & Compliance (ECD) melakukan pembaruan terhadap Business Code of Conduct (BCOC) bagi karyawan APP Sinarmas di seluruh dunia.

Etika bisnis merupakan rangkaian prinsip moral yang berlaku bagi setiap orang dalam menjalankan aktivitas usaha yang berisi rangkaian prinsip moral dan menjadi acuan yang berlaku secara global, mencerminkan norma etika, budaya, dan karakter perusahaan, serta standar perilaku dan bisnis bagi seluruh karyawan APP Sinarmas terhadap para pemangku kepentingan.

Business Code of Conduct

BCOC dirancang untuk memberikan pedoman perilaku bisnis yang didasarkan pada Nilai Inti APP Sinarmas yaitu kejujuran dan integritas, serta merangkum kebijakan penting terkait etika dan kewajiban hukum yang harus dijalankan.

Setiap karyawan APP Sinarmas, terlepas dari posisi atau jabatannya di perusahaan, memiliki kewajiban untuk membaca, memahami dan mengimplementasikan BCOC dalam keseharian mereka, tanpa terkecuali, dimanapun mereka berada. Tujuannya adalah agar setiap orang yang bekerja untuk atau dengan APP Sinarmas akan merasa yakin dengan standar etika yang tinggi, kejujuran, dan integritas.

Pembangunan budaya etika dan kepatuhan memiliki manfaat sangat besar bagi perusahaan, terutama untuk keberlanjutan usaha. Pencapaian keberlanjutan dan pertumbuhan jangka panjang tidak dapat terjadi tanpa menjunjung tinggi standar perilaku yang beretika dalam operasi bisnis dan dalam berinteraksi dengan para pemangku kepentingan.

Baca Juga :  Kuartal III/2021, Tjiwi Kimia Mencetak Laba Bersih Rp2,5 T

Penerapan etika dalam berbisnis membantu manajemen dan karyawan dalam mengelola perusahaan dengan lebih baik, sehingga mengurangi risiko terkait operasional, hukum, dan risiko bisnis lainnya. Pada akhirnya, penerapan etika bisnis dapat membantu kita dalam mendapatkan kepercayaaan dari seluruh pemangku kepentingan, menjaga serta meningkatkan reputasi perusahaan yang akhirnya “good ethics is good business”. 

Beberapa perangkat etika dan kepatuhan yang sudah dibangun oleh Perusahaan melalui ECD diantaranya adalah penetapan kebijakan terkait BCOC, Hadiah & Jamuan (G&E), Benturan Kepentingan (eKinship), serta Anti Penyuapan & Korupsi. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa Perusahaan juga telah membangun sistem Whistleblower sebagai sarana penyampaian keluhan dan penyimpangan dimana aspek kerahasiaan dan non-retaliasi dijamin dan dijunjung tinggi.

Untuk memastikan semua perangkat kebijakan tersebut terinternalisasi dan diimplementasikan secara efektif oleh seluruh karyawan dan mitra bisnis lainnya, diadakan pelatihan BCOC yang bersifat wajib sebagai fondasi dari pembangunan kultur etika bisnis dan kepatuhan di APP Sinarmas. Seluruh karyawan di semua level dan semua wilayah operasional perusahaan, termasuk International Branch Offices (IBO) diwajibkan untuk ikut serta dalam Pelatihan BCOC yang sudah dimulai sejak September 2021 lalu.

Dalam setiap proses membangun budaya etika dan kepatuhan memang cukup banyak tantangannya. Tantangan terbesar yang dihadapi APP Sinarmas adalah jumlah karyawan dan pemangku kepentingan yang banyak dan sangat beragam, dengan demografi atau lokasi kerja yang tersebar di banyak lokasi, baik di dalam maupun di luar negeri. Sehingga, memastikan seluruhnya memiliki pemahaman dan interpretasi yang sama dalam satu bingkai besar lingkungan bisnis yang beretika menjadi tantangan besar yang harus dihadapi bersama oleh semua pihak.

Upaya-upaya ECD membangun program yang bisa tertanam menjadi budaya adalah dengan menjadikan aspek etika dan kepatuhan sebagai salah satu elemen utama dari strategi bisnis perusahaan, memastikan para pimpinan menjadi teladan dan memberikan contoh perilaku beretika yang baik, membangun budaya integritas tinggi melalui persiapan dan komunikasi perangkat kebijakan yang komprehensif, serta pelaksanaan program pelatihan dan sosialisasi etika dan kepatuhan yang efektif.

Baca Juga :  APP Sinarmas Tumbuhkan Visi Peta Jalan Keberlanjutan

Upaya lainnya juga yakni dengan membangun budaya Speak Up yang handal dan menindaklanjuti semua laporan yang didasari dengan niat baik, serta memastikan akuntabilitas yang jelas ketika ada pelanggaran yang terjadi. Pembangunan etika bisnis merupakan usaha bersama dan hanya bisa berhasil apabila semua berkomitmen untuk [email protected]

App/TimEGINDO.co

Bagikan :