APP Group Tegaskan Komitmen Lindungi Satwa Liar untuk Warisan Berkelanjutan

Harimau Sumatera (Foto: repro webAPP)
Harimau Sumatera (Foto: repro webAPP)

Jakarta | EGINDO.com – Asia Pulp and Paper (APP) Group menegaskan kembali komitmennya untuk melindungi satwa liar yang menjadikan hutan sebagai rumah mereka. EGINDO.com melansir dari laman resmi APP Group pada Jum’at (6/2/2026) menyebutkan dalam rangka memperingati Hari Harimau Internasional, Hari Gajah Sedunia dan Hari Orangutan Internasional APP Group merayakan tiga spesies kunci yang dilindungi dalam konsesi APP Group yakni Harimau Sumatra, Gajah Sumatra dan Orangutan Kalimantan.

Dijelaskan bahwa Harimau Sumatra dikenal karena keanggunan dan kekuatannya, predator puncak menghadapi bahaya menyusutnya habitat dan perambahan manusia. Tahun ini, upaya APP untuk melindungi harimau Sumatra sangat ekstensif. Patroli rutin dilakukan di seluruh hutan, menjaga habitat kritis dari aktivitas ilegal.

Citra satelit yang canggih terus memantau lanskap yang terus berubah, memastikan bahwa satwa itu terus hidup nyaman di wilayah leluhur mereka. Pemasangan kamera jebak telah memberikan wawasan berharga tentang pergerakan harimau, membantu melacak dan memahami perilaku mereka. Namun, mungkin yang paling signifikan adalah kolaborasi dengan masyarakat lokal, yang pengetahuan tradisional dan ikatan mendalamnya dengan alam telah menjadi sekutu penting dalam perjalanan konservasi.

Kemudian Gajah Sumatra, bergerak anggun di semak belukar yang lebat, gajah Sumatra merupakan simbol kebijaksanaan dan kekuatan. Namun, mereka semakin berselisih dengan populasi manusia yang terus bertambah. Konflik manusia-gajah merupakan tantangan yang terus berlanjut, tetapi APP telah bangkit untuk menghadapinya dengan solusi inovatif.

Dijabarkan bahwa wilayah Air Sugihan di Sumatra Selatan telah menjadi titik fokus upaya konservasi APP. Pada Maret 2023 lalu, perusahaan menyerahkan kalung GPS kepada Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Selatan, yang memungkinkan pelacakan kawanan gajah secara langsung (real-time).

Teknologi tersebut merupakan terobosan baru, memungkinkan peringatan dini untuk memandu gajah menjauh dari pemukiman manusia dan menuju kawasan yang lebih aman dan terlindungi. Kolaborasi APP melampaui teknologi, patroli gabungan dengan BKSDA dan pemerhati lingkungan setempat menjangkau jarak yang sangat jauh, menciptakan jaringan perlindungan.

Selain itu, pembangunan sumber mineral buatan dan tempat penjilatan garam di koridor-koridor utama telah menyediakan nutrisi penting, menjaga gajah-gajah di zona aman. Sebuah menara pengawas yang baru dibangun berdiri tegak, memungkinkan pemantauan pergerakan gajah dan, yang terpenting, pencegahan konflik manusia-satwa liar. Melalui upaya itu, APP tidak hanya melindungi gajah tetapi juga membina koeksistensi yang harmonis antara manusia dan alam.

Lalu Ora​​​​​​​ngutan Kalimantan, tinggi di kanopi hutan Kalimantan, orangutan Kalimantan berayun dari dahan ke dahan. Namun, karena deforestasi mengancam habitat mereka, makhluk cerdas ini menghadapi masa depan yang tidak pasti. Bagi APP Group kelangsungan hidup mereka adalah tanggung jawab yang tidak dapat diabaikan.

Bekerja sama dengan pemasok lokal dan BKSDA Kalimantan Timur dan Barat, APP telah menerapkan program konservasi orangutan terpadu. Program ini mencakup berbagai hal, mulai dari survei cepat orangutan menggunakan drone dan kamera jebak hingga pelatihan masyarakat setempat dalam perlindungan habitat. Upaya-upaya ini merupakan bagian dari inisiatif yang lebih luas untuk memulihkan hutan yang terdegradasi, memastikan rumah orangutan tetap rimbun dan semarak.

Pekerjaan tersebut tidak berhenti pada restorasi hutan. Kemitraan APP dengan Yayasan Belantara telah mengedepankan pendidikan konservasi, terutama di kalangan generasi muda. Program “Muda Mudi Konservasi” telah menjangkau ribuan orang, mengobarkan semangat untuk konservasi satwa liar yang akan mendorong upaya-upaya di masa depan untuk melindungi spesies paling terancam punah di Indonesia.@

Bs/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top