Riau | EGINDO.com – Asia Pulp and Paper (APP) Group memperkuat komitmennya dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui kolaborasi lintas sektor serta penguatan sistem deteksi dini menghadapi musim kemarau 2026. Upaya tersebut dilakukan bersama mitra pemasok perusahaan di Sumatera Selatan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca lebih kering akibat fenomena El Niño.
Dalam siaran pers APP Group yang dikutip EGINDO.com pada Rabu (27/5/2026) menyebutkan komitmen tersebut ditunjukkan melalui partisipasi APP Group dalam Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla Nasional 2026 yang digelar di Griya Agung. Kegiatan ini melibatkan sekitar 1.600 personel gabungan dan menjadi ajang untuk menunjukkan kesiapan sumber daya manusia, teknologi, serta peralatan pemadaman dalam menghadapi musim kemarau tahun 2026 ini.
Direktur APP Group, Suhendra Wiriadinata, mengatakan bahwa perusahaan mengedepankan pendekatan Integrated Fire Management (IFM) yang mencakup empat pilar utama, yaitu pencegahan, persiapan, deteksi dini, dan respon cepat. Menurutnya, pendekatan tersebut memastikan seluruh proses penanggulangan karhutla berjalan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan berbasis masyarakat hingga pemantauan berbasis teknologi dan kesiapan tim di lapangan.
Dalam mendukung sistem pemantauan terpadu, APP Group bersama mitra pemasoknya mengoperasikan berbagai teknologi seperti drone, Automatic Weather Station (AWS), dan jaringan komunikasi real-time. Sejumlah perusahaan yang terlibat di antaranya PT Bumi Mekar Hijau, PT Bumi Andalas Permai, PT SBA Wood Industries, PT Rimba Hutani Mas, PT Sumber Hijau Permai, PT Bumi Persada Permai, dan PT Tri Pupajaya.
Selain memperkuat teknologi pemantauan, perusahaan juga menyiagakan helikopter untuk patroli udara guna mendeteksi potensi titik api sejak dini. Ratusan personel Regu Penanggulangan Kebakaran (RPK) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) turut disiapkan bersama armada pemadaman darat dan air sebagai bagian dari strategi respon cepat menghadapi risiko karhutla.
Upaya pencegahan turut diperkuat melalui program Desa Makmur Peduli Alam (DMPA) yang telah berjalan di 31 desa di wilayah operasional Sumatera Selatan. Program ini melibatkan 633 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) dalam patroli terpadu, sosialisasi, serta edukasi pengelolaan lahan tanpa bakar. Melalui kesiapan yang terintegrasi dan kolaboratif, APP Group berharap potensi karhutla selama musim kemarau 2026 dapat ditekan sejak dini meskipun di tengah ancaman El Niño yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.@
Rel/fd/timEGINDO.com