APP Group, Mainkan Peran Penting, Aksi Global Hari Bebas Kantong Plastik Internasional

Hari Bebas Kantong Plastik Internasional
Hari Bebas Kantong Plastik Internasional

Jakarta | EGINDO.co – Hari Bebas Kantong Plastik Internasional yang diperingati setiap tanggal 3 Juli, adalah hari penting yang mendorong untuk mempertanyakan ketergantungan pada plastik dan mencari cara untuk mengurangi dampak berbahayanya terhadap planet. Hari ini 3 Juli merupakan seruan global untuk bertindak, mendorong individu, dunia usaha, dan pemerintah untuk memikirkan kembali penggunaan kantong plastik dan menerapkan alternatif berkelanjutan yang menjaga lingkungan dan generasi masa depan.

Hal yang mengejutkan, hanya kurang dari 10% plastik didaur ulang, hal ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk mengurangi penggunaan kantong plastik yang telah berkontribusi terhadap degradasi lingkungan yang parah, mulai dari polusi lautan hingga mikroplastik yang berbahaya dalam rantai makanan. Sejak tahun 1950, umat manusia telah memproduksi lebih dari 9,2 miliar ton plastik, dengan produksi melonjak dari 2,3 juta ton pada tahun 1950 menjadi 448 juta ton pada tahun 2015, dan diproyeksikan meningkat dua kali lipat pada tahun 2050. Sebagai gambaran, jumlah plastik ini, jika dibiarkan hingga akhir, bisa menjangkau jarak Bumi ke Matahari, yaitu sekitar 149,6 juta kilometer.

Pengurangan polusi plastik yang efektif memerlukan upaya bersama dari semua sektor masyarakat. Pemerintah sudah mengambil langkah-langkah untuk mempromosikan praktik berkelanjutan dan meminta pertanggungjawaban industri atas dampak lingkungannya. Namun, diperlukan kebijakan dan insentif yang berkelanjutan dan kuat untuk lebih memajukan upaya-upaya ini dan memastikan keberlanjutan jangka panjang. Sektor swasta juga sama pentingnya dalam mendorong inovasi dan mengembangkan alternatif ramah lingkungan dibandingkan plastik sekali pakai. Pada saat yang sama, tindakan individu sangatlah penting karena kebiasaan konsumsi yang bertanggung jawab dan mendukung bisnis yang berkomitmen terhadap keberlanjutan dapat secara kolektif mendorong perubahan positif.

Baca Juga :  APP Group dan Garuda Indonesia Perkuat Pembangunan Rendah Karbon
APP Group Mainkan Peran Penting

Secara global, banyak negara mengambil langkah signifikan untuk memerangi polusi plastik. Uni Eropa, misalnya, telah memberlakukan peraturan ketat yang bertujuan untuk menghapuskan plastik sekali pakai secara bertahap, sehingga menjadi preseden yang kuat untuk mempromosikan alternatif yang berkelanjutan. Demikian pula, negara-negara seperti Kanada, Australia, dan berbagai negara Afrika telah menerapkan larangan dan retribusi kantong plastik, sehingga mendorong peralihan ke solusi yang dapat digunakan kembali dan menumbuhkan budaya tanggung jawab terhadap lingkungan.

Di Indonesia, upaya signifikan sedang dilakukan untuk memerangi konsumsi plastik dan menerapkan praktik berkelanjutan, yang didorong oleh kebijakan pemerintah dan upaya kolaboratif dengan sektor swasta. Negara ini, yang berpenduduk 270 juta orang, menghadapi tantangan besar pada tahun 2022 ketika menghasilkan 12,6 juta ton sampah plastik, dengan tingkat daur ulang yang buruk hanya sebesar 9%. Inti dari strategi Indonesia adalah tujuan ambisiusnya untuk mengurangi sampah plastik sebesar 70% pada tahun 2025 berdasarkan Rencana Aksi Sampah Laut. Inisiatif komprehensif ini bertujuan untuk mengurangi polusi plastik di lingkungan laut melalui peningkatan sistem pengelolaan limbah, program daur ulang yang luas, dan kebijakan ketat yang menargetkan plastik sekali pakai.

Baca Juga :  Sam Bankman-Fried Dijatuhi Hukuman 25 Tahun Atas Penipuan FTX

Tonggak penting dalam perjalanan Indonesia menuju kepedulian lingkungan adalah penerapan larangan di Bali pada bulan Juli 2019. Peraturan ini melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai, sedotan, dan styrofoam, yang menandai langkah maju yang signifikan dalam meningkatkan kebersihan lingkungan di seluruh nusantara. Ke depan, Indonesia bertekad untuk menerapkan larangan penggunaan plastik sekali pakai secara nasional pada tahun 2029. Undang-undang yang akan datang ini dilengkapi dengan arahan bagi produsen untuk mengurangi kemasan plastik sebesar 30 persen, sehingga memperkuat komitmen Indonesia untuk mengatasi polusi plastik hingga ke akar-akarnya.

Sejalan dengan inisiatif pemerintah Indonesia, sektor swasta, seperti Asia Pulp and Paper (APP) Group, memainkan peran penting dalam memajukan praktik berkelanjutan dan mengurangi sampah plastik. Produk-produk utama seperti Foopak Anchor Bio dan White Kraft bebas Enza PFAS dipamerkan di acara global seperti EXPO PACK México dan ProPak Asia 2024, memimpin transisi dari plastik tradisional ke industri jasa makanan.

Foopak Anchor Bio, dengan papan pengemas kertas berukuran keras dan sifat thermoforming, sangat ideal untuk nampan makanan siap saji dan makanan beku, menyeimbangkan kenyamanan dengan keberlanjutan. Di sisi lain, White Kraft bebas Enza PFAS menawarkan kertas ringan dan tahan minyak yang cocok untuk berbagai aplikasi pengemasan makanan, memastikan kepatuhan terhadap standar FDA dan menggarisbawahi komitmen mereka terhadap keselamatan dan keberlanjutan.

Melalui kemitraan strategis dengan Garuda Indonesia, APP memperkenalkan solusi penerbangan ramah lingkungan menggunakan produk Enza dan Foopak. Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan pengalaman penumpang namun juga mendukung target ambisius Indonesia untuk mengurangi sampah plastik sebesar 70% pada tahun 2025. Dengan memelopori solusi pengemasan ramah lingkungan untuk peralatan makan, makanan, dan minuman pada penerbangan melintasi Sumatera dan tujuan utama lainnya, Garuda Indonesia dan APP menetapkan tolok ukur praktik berkelanjutan dalam industri penerbangan.

Baca Juga :  APP Group Mendorong Keberlanjutan di Industri Makanan dan Minuman Thailand

Penyediaan alternatif yang berkelanjutan dan ramah lingkungan oleh sektor swasta memberdayakan individu untuk membuat pilihan yang lebih ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dengan menawarkan produk yang mengurangi ketergantungan pada plastik, perusahaan seperti APP berkontribusi pada budaya tanggung jawab lingkungan yang lebih luas. Hal ini memberdayakan konsumen untuk secara aktif memilih produk yang selaras dengan nilai-nilai keberlanjutan mereka, sehingga mendorong upaya kolektif untuk mengurangi polusi plastik secara global.

Hari Bebas Kantong Plastik Internasional harus menginspirasi refleksi dan tindakan berkelanjutan sepanjang tahun. Setiap pilihan untuk mengurangi penggunaan plastik, baik di rumah, di tempat kerja, atau dalam aktivitas sehari-hari, berkontribusi terhadap pelestarian kesehatan planet. Dengan merangkul alternatif-alternatif berkelanjutan dan mendukung inisiatif-inisiatif yang mendorong kepedulian terhadap lingkungan, dapat bekerja sama menuju masa depan dimana polusi plastik berkurang secara signifikan. Mari berusaha untuk menjadikan Hari Bebas Kantong Plastik setiap hari dengan membuat pilihan bijaksana yang bermanfaat bagi komunitas dan lingkungan tempat tinggal.@

Rel/fd/timEGINDO.co

Bagikan :
Scroll to Top