Jakarta | EGINDO.com – Dalam beberapa tahun terakhir, Korea Selatan telah mencapai kemajuan signifikan dalam mengurangi sampah plastik, termasuk penerapan larangan plastik sekali pakai. Pada tahun 2015 saja, diperkirakan 21,6 miliar kantong plastik sekali pakai digunakan.
Data dari Statista menunjukkan bahwa pada tahun 2020, negara tersebut mengonsumsi sekitar 500.000 ton kantong plastik sekali pakai dan 84.000 ton botol PET. Korea menghasilkan sekitar 390 juta metrik ton sampah plastik setiap tahunnya pada tahun 2021, mencerminkan peningkatan yang konsisten selama dekade terakhir. Menanggapi peningkatan konsumsi plastik ini, pemerintah telah melakukan upaya untuk mengurangi sampah dengan menyusun program tanggungjawab produsen yang diperluas Extended Producer Responsibility (EPR) yang mewajibkan produsen untuk mendaur ulang sampah mereka sendiri.
APP Group, pemimpin industri di sektor pulp dan kertas, berkomitmen untuk membantu Korea Selatan dalam memerangi sampah plastik. “Foopak dirancang untuk mengurangi dampak lingkungan dari penggunaan plastik di Korea. Kami bertujuan untuk berkontribusi pada masa depan yang lebih berkelanjutan. Misalnya, Foopak terbuat dari bahan non-plastik dan dapat dikomposkan di tingkat industri dan rumah tangga,” kata Kin Keung Christopher Wong, Wakil Presiden Senior & Kepala Unit Bisnis Global Industrial White APP Group.
APP telah menghadirkan teknologi dispersi air yang inovatif untuk menggantikan lapisan plastik konvensional berbasis minyak bumi, menciptakan produk yang sepenuhnya berkelanjutan dan bebas plastik. Foopak Bio Natura memenuhi standar FDA AS dan peraturan REACH untuk kontak langsung dengan makanan yang aman.
Tidak seperti kemasan makanan berlapis PE tradisional yang membutuhkan ratusan tahun untuk terurai, Foopak Bio Natura secara alami terurai menjadi karbon dioksida, air, dan biomassa.
Sebagai produsen pulp dan kertas terkemuka, APP Group berupaya untuk memajukan praktik ramah lingkungan di seluruh industri, dengan berfokus pada sumber daya yang bertanggung jawab, produk kertas yang inovatif, dan upaya untuk meminimalkan jejak karbonnya.@
Bs/fd/timEGINDO.com