APP Group Berbagi Tanggungjawab dengan Pemerintah Terhadap Satwa Liar, Forum HarimauKita

Harimau Sumatra. (Foto: Dok APP Group)
Harimau Sumatra. (Foto: Dok APP Group)

Jakarta | EGINDO.com – Sepanjang sejarah manusia, harimau telah digunakan untuk melambangkan keganasan dan kehebatan. Mereka telah muncul dalam lukisan-lukisan Tiongkok kuno yang berasal dari 600 SM, pada seragam militer Korea selama Dinasti Joseon, dan sebagai hewan nasional di banyak negara untuk menggambarkan keberanian, kekuatan, serta perlindungan. Namun, apa istimewanya harimau yang menjadikan mereka hewan buas favorit dunia?

Pada dasarnya, harimau adalah raja hutan. Sebagai salah satu spesies kucing terbesar di dunia, harimau dapat dengan mudah mengklaim mahkota di puncak rantai makanan. Namun, hal itu tidak terjadi secara instan. Anak-anak harimau mulai belajar berburu pada usia enam bulan meskipun mereka masih bergantung pada induknya. Dan mereka baru meninggalkan induknya ketika berusia dua tahun. Ya, mereka sama seperti kita dalam hal kasih sayang seorang ibu.

Seiring bertambahnya usia, mereka mendapatkan ciri-ciri fisik yang menjadikan mereka pemburu yang sempurna. Umumnya hidup dan berburu sendirian, harimau memiliki kaki belakang yang panjang dan kuat yang memungkinkan mereka melompat hingga 9 meter ke depan. Selain itu, auman mereka dapat terdengar hingga jarak 3 kilometer, dan para ilmuwan juga menemukan bahwa auman mereka memiliki efek melumpuhkan yang juga efektif pada hewan lain. Nah, tak heran mengapa banyak orang di seluruh dunia gemar menggunakannya sebagai simbol kekuatan, bukan?

Namun, kita tidak perlu takut pada mereka dan biarkan saja mereka menaklukkan habitat alaminya. Faktanya, terlepas dari citranya yang kuat, harimau adalah salah satu hewan paling terancam punah di planet ini. Kabar menyedihkannya, populasi harimau yang tersisa di alam liar saat ini kurang dari 5%. Salah satu subspesies harimau, harimau Sumatra, yang merupakan satwa asli Pulau Sumatra, Indonesia, terdaftar sebagai spesies yang sangat terancam punah oleh IUCN.

Melansir dari laman resmi APP Group menyebutkan sebagai perusahaan pulp dan kertas yang berbasis di Indonesia, APP Group berbagi tanggungjawab untuk membantu melindungi harimau Sumatra. Diperkirakan populasinya sekitar 69 ekor harimau Sumatra di seluruh konsesi pemasok APP Group di Sumatra, dan melakukan yang terbaik untuk melindungi mereka dari pemburu liar dan konflik manusia-hewan. Makhluk-makhluk luar biasa ini adalah salah satu hewan prioritas kami untuk konservasi.

“Kami telah bekerja sama dengan pemerintah, Forum HarimauKita, dan pihak-pihak lain dalam upaya kami untuk melestarikan populasi harimau Sumatra. Dan dengan bangga kami sampaikan bahwa kami baru-baru ini menerima penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia atas upaya kami dalam hal ini. Untuk memantau pergerakan mereka, kami telah memasang 177 kamera jebak di sekitar area konsesi kami. Selain itu, kami juga melakukan patroli rutin, melatih staf kehutanan dan kontraktor, serta mengedukasi masyarakat di sekitar konsesi kami tentang konservasi harimau. Di tingkat perusahaan, kami juga terus menerapkan pengelolaan hutan lestari untuk memastikan perlindungan harimau Sumatra dan spesies flora dan fauna dilindungi lainnya,” tulis dalam laman resmi APP Group itu.

Langkah selanjutnya adalah menjadi konsumen yang bijak dan bertanggung jawab, terutama saat membeli produk kertas. Ini termasuk memastikan tisu toilet dan tisu yang Anda gunakan bersertifikat PEFC. Sertifikasi ini memastikan perusahaan mematuhi cara-cara yang bertanggung jawab dan berkelanjutan dalam mengelola hutan mereka, sekaligus memperhatikan lingkungan dan satwa liar termasuk harimau kesayangan kita. Mari kita terus bergandengan tangan untuk melindungi harimau Sumatra, agar generasi mendatang juga dapat menyaksikan kemegahan mereka, bukan hanya dari lukisan dan patung.@

App/timEGINDO.com

Scroll to Top