Jakarta | EGINDO.com – Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) menetapkan Suhendra Wiriadinata sebagai Ketua Umum untuk melanjutkan sisa masa bakti kepengurusan periode 2021–2026. Penetapan tersebut dilakukan menyusul wafatnya Ketua Umum APKI sebelumnya, Liana Bratasida, pada 22 Desember 2025 lalu.
Dalam keputusan tersebut diambil melalui rapat Dewan Pengawas APKI bersama jajaran Wakil Ketua Umum, dengan mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) APKI, guna memastikan kesinambungan kepemimpinan dan keberlangsungan roda organisasi.
Ketua Dewan Pengawas APKI, Ngakan Timur Antara, menjelaskan bahwa penetapan Ketua Umum Antar Waktu merujuk pada Pasal 29 Anggaran Dasar APKI yang memberikan kewenangan kepada Dewan Pengawas untuk menetapkan Ketua Umum apabila terjadi kekosongan jabatan sebelum masa bakti berakhir.
“Kekosongan kepemimpinan tidak bisa berlangsung terlalu lama. Penetapan ini dilakukan agar operasional sekretariat dan pelaksanaan program kerja APKI sepanjang 2026 tetap berjalan optimal,” ujar Ngakan pada Kamis (8/1/2026) kemarin dalam keterangan siaran persnya.
Ngakan juga menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Liana Bratasida yang dinilai telah memberikan kontribusi penting dan kepemimpinan yang kuat bagi APKI. Ia menambahkan, Suhendra dipilih secara mufakat dengan mempertimbangkan pengalaman organisasi, kesinambungan kepemimpinan, serta jejaring yang luas dengan pemerintah dan pemangku kepentingan industri.
Penugasan tersebut bersifat sementara hingga pelaksanaan kongres, dimana anggota akan memilih Ketua Umum definitif untuk periode lima tahun berikutnya. Selama masa penugasan, Ketua Umum akan melanjutkan kebijakan dan program prioritas APKI yang telah dirintis pada periode sebelumnya, termasuk memperkuat peran asosiasi sebagai mitra strategis pemerintah serta mendorong keberlanjutan dan daya saing industri pulp dan kertas nasional.
Dukungan terhadap keputusan tersebut disampaikan secara kolektif oleh jajaran Wakil Ketua Umum APKI. Mereka menilai penetapan itu telah sesuai dengan ketentuan organisasi serta menjadi solusi paling tepat untuk menjaga stabilitas dan efektivitas kerja asosiasi di tengah keterbatasan waktu menuju kongres.
Dalam pernyataannya, Suhendra Wiriadinata menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Liana Bratasida dan menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan organisasi.
“Kepergian Bu Liana sangat mendadak dan menjadi kehilangan besar bagi kami. Namun organisasi harus terus berjalan. Penugasan ini saya jalani untuk memastikan APKI tetap solid dan program-program yang telah disepakati dapat dilanjutkan,” ujarnya.
Suhendra menegaskan bahwa masa penugasan ini berlangsung sekitar sepuluh bulan hingga pelaksanaan kongres, dengan fokus utama pada kelancaran operasional organisasi dan persiapan agenda kongres. Ia juga menegaskan komitmennya untuk menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan perusahaan mana pun. Untuk mendukung efektivitas kerja harian, Suhendra mendorong penguatan fungsi operasional melalui mekanisme kolektif di sekretariat, sembari mempercepat penataan organisasi agar seluruh agenda berjalan lebih terstruktur hingga pelaksanaan kongres.
APKI menegaskan bahwa transisi kepemimpinan ini tidak akan memengaruhi komitmen asosiasi dalam mengawal kepentingan industri pulp dan kertas Indonesia, baik di tingkat nasional maupun global.@
Rel/fd/timEGINDO.com