Jakarta|EGINDO.co Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencatat kinerja solid dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Hingga akhir tahun anggaran, realisasi belanja negara mencapai Rp3.451,4 triliun atau setara 95,3 persen dari target yang telah ditetapkan, mencerminkan efektivitas pengelolaan fiskal di tengah dinamika ekonomi global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa belanja negara tersebut menjadi instrumen utama pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat fondasi pembangunan jangka menengah.
“Belanja negara terealisasi sebesar Rp3.451,4 triliun atau 95,3 persen dari target pemerintah pusat,” ujar Menkeu Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa 2025 di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Dari sisi keseimbangan fiskal, APBN 2025 mencatat defisit sebesar Rp695,1 triliun atau 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut masih berada dalam batas aman dan sejalan dengan strategi konsolidasi fiskal yang ditempuh pemerintah untuk menjaga kredibilitas anggaran serta keberlanjutan keuangan negara.
Menkeu menjelaskan, defisit tersebut dikelola secara terukur dan diarahkan untuk membiayai program-program prioritas, termasuk perlindungan sosial, pembangunan infrastruktur strategis, ketahanan pangan dan energi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“APBN terus kami jaga agar tetap berfungsi sebagai peredam guncangan (shock absorber), sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan kinerja fiskal tersebut, pemerintah optimistis stabilitas ekonomi makro tetap terjaga, daya beli masyarakat dapat dipertahankan, serta kepercayaan pelaku usaha dan investor terhadap perekonomian nasional terus menguat di bawah kepemimpinan pemerintahan baru. (Sn)