Apa Penyebab Covid-19 Menurun Di Indonesia

covid
Ilustrasi Covid-19

Jakarta | EGINDO.co – Pertanyaan banyak orang, apa penyebab Coronavirus (Covid-19) menurun di Indonesia dan beberapa negara lainnya. Berdasarkan informasi yang ada Covid-19 di Indonesia terus menurun, seperti di Jawa-Bali, kasus sudah turun 93 persen dari puncak gelombang kedua pada Juli 2021.

Jawaban yang pasti sulit didapat karena data-data tentang Covid-19 selalu berbeda-beda. Ada pakai standar positivity rate sekitar 5%, begitu juga dengan WHO. Para epidemiolog sendiri sering berbeda pendapat.

Para epidemiolog menilai banyak hal yang membuat kasus Covid-19 menurun dan banyak hal yang membuat kasus Covid-19 naik. Saat ini para epidemiolog sependapat masih adanya potensi gelombang selanjutnya karena tes belum merata.

Baca Juga :  Konsumsi Kopi di Indonesia Masuk Gelombang Ketiga, Third Wave

Faktor tes kata para epidemiolog sangat menentukan, jika kasus corona di Indonesia menurun itu tidak konsisten disebabkan factor tes. Bila hanya factor tes yang tidak atau belum merata belum bisa dikatakan kasus covid-19 menurun.

Survei berdasarkan hasil tes sangat subjektif akan tetapi bila dengan jumlah atau populasi kekebalan manusia bisa lebih tepat kasus Covid-19 menurun. Populasi kasus Covid-19 menurun akibat kekebalan dari infeksi sangat diharapkan.

Disebutkan kekebalan ada dua yakni kekebalan alamiah dan kekebalan buatan, keduanya itu bisa terjadi. Jadi kekebalan yang alamiah bukan karena vaksinasi. Sedangkan fakta vaksinasi corona masih jauh dari target 70 persen populasi. Kini baru 19-20 persen yang menerima vaksinasi lengkap atau 42 juta orang. Vaksinasi masih jauh. Tapi karena infeksi alamiah tinggi dan tidak atau belum meratanya tes covid-19.

Baca Juga :  OpenAI Izinkan Karyawan Jual Saham $1,5 Miliar Ke SoftBank

Berdasarkan catatan EGINDO.co kasus bulan Juli sangat tinggi 40-50 ribuan. Mencapai puncak tertinggi pada 15 Juli, 56.757 kasus corona terdeteksi dalam 24 jam. Sementara jumlah tes saat itu tidak tinggi diperkirakan maksimal 228 orang per hari, harusnya bisa 400-450 ribu tes. Bisa jadi banyak yang sudah terinfeksi dan dapat kekebalan alamiah.@

Bs/TimEGINDO.co

 

Bagikan :
Scroll to Top