Jakarta|EGINDO.co Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan difokuskan kepada kelompok masyarakat dan sekolah yang benar-benar membutuhkan dukungan pemenuhan gizi. Pemerintah, kata dia, tidak mewajibkan seluruh sekolah mengikuti program tersebut, terutama bagi kalangan keluarga mampu yang dinilai tidak memerlukan bantuan makanan bergizi dari negara.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih di Leato Selatan, Gorontalo, pada 10 Mei 2026. Dalam kunjungan tersebut, Presiden sempat menanyakan pelaksanaan MBG di wilayah pesisir tersebut, termasuk sejumlah sekolah yang belum memperoleh layanan program.
Menurut Prabowo, pemerintah tetap berkomitmen memperluas jangkauan MBG sepanjang tahun ini agar seluruh sekolah yang membutuhkan dapat terlayani. Program tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan kemampuan belajar anak-anak Indonesia, terutama di daerah dengan tingkat kesejahteraan yang masih terbatas.
Dari sisi realisasi, program MBG terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga akhir April 2026, jumlah penerima manfaat tercatat mencapai 61,96 juta orang yang dilayani melalui 27.735 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di berbagai daerah. Penerima program terdiri atas sekitar 13,1 juta siswa dan 48,9 juta masyarakat non-siswa.
Pemerintah sendiri menyiapkan anggaran jumbo sebesar Rp335 triliun untuk mendukung pelaksanaan MBG sepanjang 2026. Berdasarkan data per 27 April 2026, realisasi penyerapan anggaran telah mencapai Rp70,2 triliun atau sekitar 20,9% dari total pagu yang tersedia.
Meski laju penyerapan anggaran mulai melambat akibat kebijakan efisiensi belanja negara yang diterapkan pemerintah di tengah tekanan ekonomi global dan dampak perang internasional, program MBG dipastikan tetap menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Prabowo. Komitmen tersebut tercermin dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 yang masih menempatkan MBG sebagai program strategis nasional di sektor pembangunan sumber daya manusia. (Sn)