Angelina Jolie Kunjungi Sisi Mesir di Perlintasan Rafah, Gaza

Angelina Jolie bertemu dengan para relawan bantuan
Angelina Jolie bertemu dengan para relawan bantuan

Rafah | EGINDO.co – Bintang Hollywood Angelina Jolie pada hari Jumat (2 Januari) mengunjungi sisi Mesir di perbatasan Rafah menuju Gaza, di mana ia berbicara dengan anggota Bulan Sabit Merah dan para pengemudi truk yang mengangkut bantuan kemanusiaan, menurut laporan wartawan AFP.

Ditemani oleh delegasi Amerika dan disambut oleh mantan dan pejabat saat ini, Jolie mengatakan ia merasa “terhormat” bertemu dengan para sukarelawan bantuan di perbatasan tersebut.

Seorang sukarelawan Bulan Sabit Merah mengatakan kepada pemenang Oscar itu bahwa “ada ribuan truk bantuan yang menunggu” di perbatasan.

Menurut media lokal, aktris dan mantan utusan khusus Badan Pengungsi PBB itu melakukan kunjungan untuk melihat kondisi warga Palestina yang terluka yang dipindahkan ke Mesir dan untuk melihat pengiriman bantuan ke wilayah yang hancur tersebut.

Aktris AS Angelina Jolie bertemu dengan karyawan Bulan Sabit Merah Mesir di perbatasan Rafah Mesir, sebagai bagian dari kunjungannya ke Provinsi Sinai Utara untuk memeriksa bantuan yang masuk ke Jalur Gaza Palestina, pada 2 Januari 2026, menyusul…lihat selengkapnya

Jolie dan otoritas Mesir belum memberikan komentar resmi mengenai kunjungan tersebut.

Perbatasan Rafah seharusnya dibuka kembali di bawah gencatan senjata yang berlaku di Gaza sejak Oktober, tetapi hingga saat ini masih ditutup.

Dalam pernyataan bersama pada hari Jumat, Mesir dan enam negara lain termasuk Arab Saudi, “mendesak komunitas internasional untuk menekan Israel, sebagai kekuatan pendudukan, untuk segera mencabut pembatasan masuk dan distribusi pasokan penting” ke Gaza.

Pada awal Desember, Israel mengumumkan bahwa perbatasan Rafah hanya akan dibuka untuk mereka yang ingin meninggalkan Gaza, yang mendorong Kairo untuk membantah telah menyetujui langkah tersebut dengan begitu cepat.

Jolie, salah satu tokoh paling ikonik di Hollywood, mengundurkan diri dari perannya sebagai utusan khusus untuk Badan Pengungsi PBB pada akhir tahun 2022 setelah lebih dari 20 tahun mengabdi, dengan alasan ingin bekerja pada isu-isu kemanusiaan yang lebih luas.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top