Jambi | EGINDO.com – Kelompok Wanita Tani (KWT) Kirana Tani di Desa Simpang Limbur, Kecamatan Pamenang Barat, Kabupaten Merangin, terus mengembangkan usaha hortikultura hingga mampu memperluas pemasaran produknya ke pasar modern.
Kelompok yang beranggotakan 20 perempuan tersebut mendapat pendampingan sejak Juni 2025 dari PT Kresna Duta Agroindo unit Bangko Estate, anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food, bersama Yayasan Sekolah Tani Indonesia. Program ini juga melibatkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kabupaten Merangin dan mendukung upaya Pemerintah Desa Simpang Limbur dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.
Dalam siaran pers Sinar Mas Agribusiness and Food yang dilansir EGINDO.com pada Rabu (26/8/2026) menyebutkan pendampingan mencakup teknik budidaya, pengelolaan usaha tani, peningkatan kualitas produk, pengemasan, hingga pemasaran. Hasilnya, sejumlah produk sayuran KWT Kirana Tani kini telah memasuki jaringan supermarket setelah memenuhi kebutuhan kualitas dan pengemasan pasar.
KWT Kirana Tani mengembangkan berbagai komoditas hortikultura, antara lain kangkung, bayam, sawi, gambas, selada, pakcoy, serta melon varietas Merlin dan Golden. Anggota kelompok juga mulai menerapkan sistem irigasi tetes untuk penyiraman dan pemupukan. Sistem ini membantu penggunaan air dan pupuk menjadi lebih efisien sekaligus menjaga kelembapan tanah untuk mendukung kualitas tanaman.
Salah satu komoditas yang dikembangkan bersama petani setempat adalah budidaya melon. Pada musim panen kali ini, lahan seluas sekitar 2.500 meter persegi berhasil menghasilkan sekitar dua ton melon dengan tingkat kemanisan mencapai 16 derajat Brix dan mencatatkan omzet sekitar Rp30 juta.
“Program ini membantu kami meningkatkan keterampilan mulai dari budidaya, pengelolaan hasil panen, hingga pemasaran produk. Kami juga belajar bagaimana menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi keluarga,” kata Eti Suwarti, salah satu anggota KWT Kirana Tani.
Rita Purniati, Kepala Desa Simpang Limbur, mengatakan kolaborasi antara pemerintah desa, PT Kresna Duta Agroindo, Yayasan Sekolah Tani Indonesia, dan Penyuluh Pertanian Lapangan membantu meningkatkan kapasitas petani sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi produk hortikultura desa untuk dapat memasuki pasar modern.
“Kami sangat bersyukur atas adanya perhatian dari perusahaan dan juga hadirnya Sekolah Tani Indonesia di desa kami, sehingga masyarakat kami meningkat keterampilannya dalam budidaya dan pengembangan pasar bahkan bisa menembus pasar modern,” ujar Rita Purniati.
Fatoni Saputra, Founder Yayasan Sekolah Tani Indonesia, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses belajar dan pendampingan yang dilakukan secara konsisten bersama kelompok.
Riduansyah Surbakti, Estate Manager PT Kresna Duta Agroindo unit Bangko Estate, mengatakan perusahaan turut mendukung pengembangan kapasitas masyarakat melalui pendampingan yang membantu meningkatkan keterampilan dalam budidaya dan pemasaran produk. Program tersebut juga diharapkan dapat memperkuat rantai bisnis di tingkat kelompok tani dan membuka peluang bagi petani untuk mengembangkan usaha secara lebih mandiri.
“Kami berharap keterampilan yang diperoleh melalui pendampingan ini dapat menjadi bekal bagi para petani untuk semakin mandiri dan memiliki daya saing. Ke depan, kami juga berharap kelompok tani dapat membangun usaha pertanian yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan dan memberikan nilai bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Program pemberdayaan masyarakat ini merupakan bagian dari Bright Future Initiative, jaringan akselerasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Sinar Mas Agribusiness and Food yang telah membantu 163 UMKM dalam merealisasikan dan mengembangkan 280 proyek di berbagai wilayah operasional perusahaan di Indonesia.@
Rel/fd/timEGINDO.com